Olahraga

Gagal di Riau dan Jabar, Wushu Sumsel Siap Jemput Medali di PON Papua

 

SumselMedia, Palembang-

Lima atlet bela diri wushu tak ingin gegabah dalam membidik medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada 2 hingga 15 Oktober 2021 mendatang. Apalagi, dua kali musim Wushu harus menerima kekalahan dengan pulang tanpa medali pada PON Riau 2012 dan PON Jabar 2016.

Kelima atlet yang saat ini menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Terpusat di Kompleks Olahraga Internasional, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang adalah Firand Andista kelas 75 kg sanda, Muhammad Satria kelas 52 sanda, Said Randi kelas 70 kg sanda, Novi Ariska kelas 60 kg sanda dan Meydiana Wahdania taolu.

Tiga dari lima atlet yang meraih tiket PON Papua tersebut juga pernah berhasil menorehkan medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yakni Firans Andista, Muhammad Satria dan Said Randi.

“Target kita tidak muluk-muluk, bisa meraih medali perunggu. Tapi perjuangan kita tetap berusaha yang terbaik.” ujar Pelatih Wushu Sumsel M Soleh, Jumat (16/7/2021).

Pihaknya menambahkan bahwa dua pekan menjalani Pelatda Terpusat di JSC Palembang diakui sangat berdampak signifikan pada perkembangan atlet. Karena dengan Pelatda Terpusat ini lebih fokus dan lebih terkoordinir.

Pihaknya berharap, PON Papua wushu Sumsel mampu naik podium di multievent olahraga terbesar di Tanah Air tersebut. Pasalnya, PON 2012 Riau dan PON 2016 Jawa Barat, wushu Sumsel gagal meraih medali.

“Terakhir kita PON 2004 di Palembang medali emas, kemudian 2008 di Kaltim perak, setelah itu belum. Mudah-mudahan PON Papua ini bisa meraih medali,” harapnya.

Dikatakan Soleh bahwa guna menjaga mood atlet, kelima anak asuhnya menjalani Pelatda Terpusat tak hanya di JSC Palembang, tapi juga di Lapangan Futsal Momea. Sehingga dengan latihan di tempat yang berbeda menambah semangat atlet.

Pihaknya berharap dengan berbagai keterbatasan dan kekuatan yang ada, kelima atletnya bisa fokus di Pelatda Terpusat karena perjuangan di PON Papua cukup berat.

“Kalau wushu salah satu yang berat ity dari Sumut, disana ada junior Lindswell. Termasuk juga atlet lain di Pulau Jawa,” terangnya.

Pihaknya berharap pada Program Pelatda Terpusat ini, KONI Sumsel menambah suplemen makanan dengan vitamin-vitamin, kurangi makanan bersantan. “Sama kalau bisa ditambah telor rebus kami yang Cabor bela diri,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button