PGRI

............

holiday angkasa wisata
Olahraga

Ikuti Tes Pelatda Peparnas Papua, Atlet Disabilitas Muratara Rela Biaya Sendiri

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Perjuangan Azra’i Lubis untuk mampu mewakili Kabupaten Muratara dalam mengikuti tes Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Terpusat di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, patut diacungi jempol.

Pasalnya, ditengah teman-teman disabilitas yang mengikuti tes Pelatda Terpusat di JSC Palembang, hanya Azra’i Lubis yang mengikuti tes dengan biaya sendiri.

“Iya, belum ada bantuan dari Pak Bupati, Wakil Bupati atau pun Dispora. Saya datang sejak kemarin, pakai biaya sendiri. Ya meski harus cari kesana-kesini,” ujarnya usai menjalani tes Pelatda Terpusat di Kompleks Internasional, JSC Palembang, Rabu (28/7/2021).

Disabilitas dari klasifikasi tuna daksa tersebut mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari Pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel yang telah menawarkan untuk bisa mengikuti Pelatda Terpusat bersama atlet lain di JSC Palembang hingga tiga bulan ke depan.

Menurutnya, ini jadi kebanggan sekaligus mewakili Kabupaten Muratara untuk mengenalkan olahraga disabilitas hingga menggapai prestasi nantinya.

“Kami sudah ngobrol dengan teman-teman disabilitas dari NPCI Kabupaten/Kota di Sumsel. Dan semua diberikan pembiayaan. Tapi memang dari Kabupaten Muratara sampai saat ini belum ada,” keluhnya.

Sementara itu dikatakan Ketua Umum NPCI Sumsel Ryan Yohwari didampingi Sekretaris M Soleh bahwa Azra’i Lubis merupakan salah satu atlet disabilitas berbakat dari cabang olahraga (Cabor) panahan. Sayang sekali jika bakatnya tidak diasah.

Sehingga pihaknya menawarkan Azra’i Lubis untuk menghuni Pelatda Terpusat bersama Tim Peparnas Papua dari Sumsel di JSC Palembang.

Pihaknya berharap kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Bupati Muratara untuk bisa mengakomodir olahraga disabilitas.

“Karena semua daerah di Kabupaten dan Kota di Sumsel sudah menganggarkan pembiayaan untuk NPCI di daerahnya masing-masing,” terangnya.

Hal tersebut sudah sesuai perintah Undang-Undang Disabilitas, dan sejak 2015 lalu pun Menpora RI memutuskan NPCI sudah terpisah dari KONI dan tak ada yang dibeda-bedakan. Baik perlakuan maupun pembiayaan.

“Dan ini sudah dilakukan di kabupaten/kota di Sumsel, tinggal Muratara ini, mudah-mudahan direspon secepatnya oleh Bapak Bupati Muratara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button