Pendidikan

Magang di Dinas PMD Sumsel, Mahasiswa Pendidikan Masyarakat Unsri Petik Pelajaran Berharga dari Dunia Kerja Nyata

×

Magang di Dinas PMD Sumsel, Mahasiswa Pendidikan Masyarakat Unsri Petik Pelajaran Berharga dari Dunia Kerja Nyata

Sebarkan artikel ini
(Program magang mahasiswa FKIP UNSRI di Dinas PMD Sumsel)

SumselMedia.Com, Palembang-

Belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Bagi mahasiswa, pengalaman berhadapan langsung dengan dunia kerja menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan, kompetensi, dan karakter untuk menghadapi kehidupan profesional di masa mendatang.

Hal itu dirasakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya, melalui program magang di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 24 Juli 2026.

Selama lebih dari satu bulan, para mahasiswa berkesempatan mengenal langsung lingkungan kerja pemerintahan sekaligus memahami berbagai proses yang mendukung pelaksanaan tugas dan program pemberdayaan masyarakat serta pembangunan desa.

Kegiatan magang ini tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Mahasiswa dilibatkan dalam berbagai aktivitas kedinasan, mulai dari penyusunan surat perjalanan dinas, surat undangan, dan berita acara, hingga pengelolaan surat masuk-keluar, pengarsipan dokumen, serta pengolahan data administratif.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa belajar bahwa pekerjaan administrasi memiliki peran penting dalam menopang keberlangsungan sebuah organisasi. Ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kerja sehari-hari.

Sekretaris Dinas PMD Provinsi Sumatera Selatan, Musharmina, S.AP, menyampaikan bahwa program magang menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran nyata dunia kerja sekaligus membangun kesiapan profesional.

“Mahasiswa tidak hanya belajar menyelesaikan tugas, tetapi juga belajar bagaimana bekerja secara disiplin, berkomunikasi, berkoordinasi, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka ketika nantinya memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Pengalaman magang turut memperluas pemahaman mahasiswa mengenai cakupan bidang Pendidikan Masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ternyata tidak hanya berkaitan dengan proses pendidikan, tetapi juga terkait erat dengan pemberdayaan masyarakat, pembangunan desa, pengembangan sumber daya manusia, dan pengelolaan program-program berbasis masyarakat.

Salah satu mahasiswa peserta magang, Riskya Dina, mengatakan pengalaman tersebut turut membentuk cara pandangnya terhadap dunia profesional.

“Bagi kami, kegiatan magang bukan hanya tentang menjalankan tugas yang diberikan, tetapi juga menjadi proses untuk belajar memahami dunia kerja secara nyata. Kami belajar bahwa ketelitian, komunikasi, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama memiliki peran yang sangat penting dalam setiap pekerjaan. Pengalaman ini juga membuat kami semakin memahami bahwa ilmu Pendidikan Masyarakat memiliki ruang yang luas untuk diterapkan, termasuk dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa,” ungkapnya.

Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga memperoleh pengalaman menerapkan nilai-nilai manajemen yang selama ini dipelajari secara akademik. Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan dapat dipahami secara lebih utuh melalui pengalaman langsung di lingkungan instansi pemerintahan.

Dosen Pembimbing Magang, Dr. Henny Helmi, S. Pd. I., M. Pd, menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

“Pembelajaran di perguruan tinggi akan menjadi lebih bermakna ketika mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mengalami secara langsung bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan. Magang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus membangun karakter kerja seperti tanggung jawab, komunikasi, ketelitian, dan kemampuan beradaptasi,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa Pendidikan Masyarakat perlu memiliki kemampuan memahami berbagai kondisi masyarakat sekaligus mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka berkontribusi. Karena itu, pengalaman di lingkungan pemerintahan menjadi salah satu bekal penting untuk memperluas perspektif mahasiswa mengenai peran mereka di masa depan.

Program magang yang berakhir pada 24 Juli 2026 ini meninggalkan lebih dari sekadar pengalaman administratif. Mahasiswa membawa pulang pembelajaran tentang bagaimana sebuah lingkungan kerja dibangun melalui kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, dan komitmen terhadap tugas.

Pengalaman ini sekaligus menegaskan bahwa magang bukan hanya soal menuntaskan kewajiban akademik, melainkan proses menemukan potensi diri, memahami dunia kerja, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi yang lebih luas.

Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Sriwijaya dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Selatan menjadi salah satu bentuk sinergi dunia pendidikan dan dunia kerja dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

Dari bangku kuliah menuju dunia kerja, pengalaman ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus belajar, berkembang, dan mengambil peran dalam pembangunan masyarakat, sekaligus bekal bagi mereka untuk turut berkontribusi dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.