PGRI

............

holiday angkasa wisata
Olahraga

Mengenal Nyimas Shieta, Bangun Percaya Diri di PON Papua Lewat Membaca Al Quran

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Lebih dari dua bulan sudah, para patriot olahraga menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Terpusat di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memaksimalkan kesiapan atlet dalam menghadapi multi event olahraga terbesar Tanah Air, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Bahkan, tak hanya Pelatda Terpusat, bahkan beberapa cabang olahraga juga menjalani Try Out (TO) ke berbagai daerah di Indonesia.

Namun tentu, dalam memetik kemenangan bukan hanya soal kesiapan fisik tapi juga bagaimana menguasai mental menang dengan tetap tenang dan percaya diri. Apalagi dipenghujung persiapan ini semua sudah dilakukan. Beberapa atlet tentu memiliki cara masing-masing dalam menjaga mental tersebut.

“Latihan sudah, berdoa juga sudah. Sekarang tinggal bagaimana tetap tenang dan percaya diri. Kalau Saya salah satu caranya adalah dengan mendekatkan diri kepada Alloh SWT. Baik membaca Al Quran, sholat dhuha maupun sholat tahajud,” tutur Nyimas Shieta, salah satu atlet Catur Sumsel yang akan turun di PON Papua nanti, Selasa (7/9/2021).

Pemilik nama lengkap Nyimas Shieta Prima Citra Mausyach Suri MNW (Master Nasional Wanita) ini mengaku bahwa salah satu kunci dicatur adalah bagaimana tetap tenang dan percaya diri.

Dengan ketenangan seolah menjadi kekuatan baru sehingga mampu tampil maksimal. Apalagi sejumlah pengalaman berbagai kompetisi nasional menjadi catatan bagaimana menghadapi lawan lewat taktik bermain catur.

Menurutnya, PON Papua menjadi ajang bagaimana membuktikan bahwa catur Sumsel mampu meningkatkan khans medali dari PON Jabar lalu yang harus puas dengan medali perak.

Melalui arahan Head Coach Catur Sumsel Nurdin Abu Bakar, lima srikandi catur yang salah satunya Nyimas Shieta terus mempersiapkan kesiapan disisa waktu yang ada jelang pertandingan.

Mahasiswa Universitas Sriwijaya Jurusan Hubungan Internasional ini menjelaskan berdasarkan arahan pelatih kesempatan untuk menyumbang medali pada nomor catur kilat.

“Makanya kemarin oleh pelatih dilatih bisa main satu menit, dari waktu normal saat tandinh tiga menit, biar terbiasa cepat,” jelas oeraih medali perak di Singapura World Championship 2008 ini.

Gadis kelahiran 20 Desember 2001 ini sejauh ini kesiapan latihan sudah maksimal tinggal terus dijaga agar tetap optimal menjelang keberangkatan.

“Makanya sebelum berangkat nanti tidak lupa untuk minta izin sama orang tua. Terutama minta doanya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button