Pendidikan

Rektor UIN Raden Fatah Palembang Diberi Gelar Putri Ayu Suryo

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Kesultanan Palembang Darussalam menggelar acara Penganugerahan Darjah Kehormatan Kesultanan Palembang Darussalam dan Upacara Pengukuhan Kekerabatan Kesultanan Palembang Oleh Sultan Palembang Darussalam , Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo SH Mkn di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam di Jalan Sultan M Mansyur, Nomor 776, 32 Ilir Palembang, Rabu (30/3/2022) malam.

Hadir diantaranya perwakilan Sultan Melayu Jambi, Mufti Kesultanan Palembang Darussalam Pangeran Muhammad Mustofa, pembakti Kesultanan Palembang Darussalam diantaranya Raden Zainal Abidin Rahman Dato’ Pangeran Puspo Kesumo,R.M.Rasyid Tohir,S.H, Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir, Pangeran Jayo Syarif Lukman, Pangeran Suryo Febri Irwansyah, Pangeran Mas’ud Khan , Pangeran Surya Kemas A. R. Panji, Bebi Johan Saimima, Radenayu Rahmaniah, Leni Mastuti, Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumatera Selatan Merry Hamraeny, S.Pd, M.M , youtuber Mang Dayat.

Penganugerahan Darjah Kehormatan Kesultanan Palembang Darussalam ditandai dengan penyematan kain selempang dan PIN Kesultanan Palembang Darussalam kepada Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag, Msi mendapatkan gelar kehormatan, Putri Ayu Suryo.
Dilanjutkan kepada Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumsel Drs Ramlan Holdan mendapatkan gelar kehormatan , Pangeran Nato.

Dan kepada Direktur PT Citra Nusantara Gemilang (CNG) Hilir Raya, Palembang, Hernoe Roesprijadji SIP MH M.Si mendapatkan gelar kehormatan Pangeran Kusumo.

Selain itu juga dikukuhkan Kekerabatan Kesultanan Palembang Darussalam yang terdiri berbagai kalangan seperti tokoh masyarakat, akademisi, tokoh masyarakat, seniman, komunitas , lembaga masyarakat, budayawan instansi, sejarawan dan lain –lain.
Sultan Palembang Darussalam , Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo SH Mkn mengatakan, Penganugerahan Darjah Kehormatan Kesultanan Palembang Darussalam memiliki makna, memiliki nama yang baik dan memiliki predikat yang baik.

“Kalau Nato pintar untuk mengatur , kalau Suryo memberi penerangan, jadi semua gelar-gelaran kami ini memiliki makna masing-masing, dimana dengan diberikan ini mohon supaya dipergunakan baik-baik dan juga ini untuk kebesaran dan kemajuan Kesultanan Palembang Darussalam, “ katanya.

Selain itu menurutnya orang Palembang bukan hanya yang memiliki gelar saja tapi semua orang yang mencintai budaya Palembang , yang ada di Palembang, yang hidup di Palembang dan yang ingin membesarkan Palembang adalah orang Palembang.

“ Orang Palembang adalah orang yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur, kami harap kita sama-sama membangun Sumatera Selatan, bangun kota Palembang, mudah-mudahan dengan kami memberikan amanah ini ,kita akan menjadi keluarga besar, kami juga berterima kasih karena kita sama-sama besar untuk membangun Sumatera Selatan dan Palembang,” katanya.

Putri Ayu Suryo Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag, Msi mengaku senang dengan gelar kehormatan yang didapat dari Kesultanan Palembang Darussalam ini.
Menurutnya gelar kehormatan ini merupakan salah satu bentuk upaya menghidupkan kembali Kesultanan Palembang Darussalam sehingga aspek-aspek budaya seperti peradaban dan tradisi bisa dilestarikan.

“ Hal tersebut sesuai sekali dengan UIN Raden Fatah Palembang sebagai pusat kajian peradaban Islam melayu dan beberapa langkah sudah kita lakukan seperti penerjemahan Al Quran Bahasa Palembang dan saat ini kita mengembangkan kurikulum bahasa Palembang untuk sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah,” katanya.

Sedangkan Pangeran Nato Drs Ramlan Holdan berharap dengan gelar ini dia memiliki tanggungjawab untuk bersama –sama mengawal adat istiadat di Kesultanan Palembang Darussalam.

“ Bahkan kita masih banyak PR, banyak hal-hal yang perlu kita lestarikan terhadap kebudayaan Palembang, karena Kesultanan Palembang Darussalam pernah besar, pemerintahannya bahkan sampai Sumatera Bagian Selatan, artinya dengan kekuatan ini kenapa tidak kita lestarikan, makanya PR besar ini salah satu peninggalan, buatan sultan sendiri yaitu Benteng Kuto Besak ini menjadi kerja kita sama-sama untuk menjadikan Benteng Kuto Besak ini menjadi aset budaya Kesultanan Palembang, silahkan siapapun yang memilikinya apakah TNI, atau Pemerintah Daerah, silahkan , yang penting bisa dinikmati karena ini bukan hanya aset TNI , Pemerintah Daerah tapi milik masyarakat ini,”katanya.

Pangeran Kusumo Hernoe Roesprijadji SIP MH M.Si mengatakan, dengan gelar ini dirinya sudah menjadi bagian dari Kesultanan Palembang Darussalam dan memiliki tugas dan tanggungjawabab secara moral untuk memelihara dan melestarikan kebudayaan Kesultanan Palembang Darussalam.

“Dibalik itu dengan gelar Pangeran Kusumo , saya pribadi tidak lagi akan berbicara bahwa kesukuan saya sudah sah menjadi warga Palembang , Wong Plembang nian , karena menjadi Wong Plembang maka kiprah , tingkah laku, pengabdian adalah untuk kemajuan, kemakmuran masyarakat Palembang,” katanya.

Kedepan menurutnya melakukan kolaborasi dan sinergi dengan Kesultanan Palembang Darussalam dan pihak-pihak yang lain, komunitas-komunitas budaya maupun komunitas-komunitas yang lain untuk bersama-sama gotong royong, bahu membahu untuk memelihara , mengembankan budaya Kesultanan Palembang Darussalam dan memakmurkan masyarakat Palembang dengan berbagai kegiatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button