Pendidikan

Rektor UIN RF Palembang Ajak Alumni Mengabdi untuk Indonesia, Ini Pesannya!

//Lantik dan Kukuhkan 673 Sarjana Baru//

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali melantik dan mengukuhkan sebanyak 673 sarjana baru pada acara Wisuda Periode ke 73 yang digelar di Gedung Akademik Center (AC) UIN Raden Fatah Palembang, Sabtu (11/12/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung
Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si, para wakil rektor, para dekan, para kaprodi dan jajaran pejabat di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang

Total wisudawan yang mengikuti sebanyak 673 dari 10 fakultas. Terdiri dari Fakultas Syariah dan Hukum sebanyak 56 orang, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebanyak 216 orang, Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam sebanyak 69 orang, Fakultas Adan dan Humaniora sebanyak 48 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi sebanyak 113 orang.

Selanjutnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 69 orang, Fakultas Ilmi Sosial dan Ilmu Komunikasi sebanyak 41 orang, Fakultas Sains dan Teknologi sebanyak 21 orang, Fakultas Psikologi sebanyak 39 orang dan Pascasarjana sebanyak 1 orang.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si berpesan kepada para alummi bahwa beberapa tahun belakangan ini, kita dihadapkan dengan berbagai tantangan baik dari internal maupun eksternal, baik di level nasional maupun internasional. Dalam konteks persatuan dan kesatuan, muncul beberapa kelompok yang mengusung semangat radikalisme, ingin mengusung negara kekhilafahan untuk menggantikan dasar negara dan menanamkan ideologi yang menolak atau mengabaikan asas keberagaman. Banyak muncul paham-paham radikal yang hendak merusak komitmen Indonesia (NKRI), UUD 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.

(Mahasiswa berprestasi)

“Untuk itu, sudah saatnya kita sebagai warga negara Indonesia khususnya para alumni UIN Raden Fatah Palembang untuk mengabdikan diri kita untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangka menghadapi berbagai tantangan zaman yang ada di depan kita bersama. Ada beberapa peran yang dapat kita berikan terhadap negeri ini,” ujarnya.

Dalam konteks persatuan dan keutuhan NKRI, serta sikap nasionalisme, Pertama, memiliki dan mengaktualisasikan sikap moderat dalam beragama. Sebagai sarjana muslim, seyogyanya senantiasa mengedepankan dan mengamalkan sikap inklusif, plural, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Mengamalkan prinsip-prinsip tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (tenggang rasa) dengan tanpa mencerabut kultur dan fakta sosial keindonesiaan yang menjadikan wajah Islam di Indonesia tampil dengan wajah Islam yang damai, santun, dan toleran yang berdasar pada aspek nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran Islam (al-Qur’an dan Hadits) dengan prinsip mengerjakan kebaikan dan mencegah keburukan (amal ma’ruf nahi munkar).

Kedua, memupuk rasa nasionalisme. Memupuk rasa nasioalisme dapat kita lakukan dengan berbagai upaya diantaranya, mencintai produk dalam negeri serta bangga akan bahasa dan budaya lokal yang kita miliki saat ini. Sebagai warga negara Indonesia mencintai produk dalam negeri serta bangga akan bahasa dan budaya lokal yang kita miliki oleh Indonesia merupakan kewajiban kita semua. Sikap mencintai produk dalam negeri meliputi pemikiran dan perbuatan yang menunjukkan kesetiaan serta kepedulian tinggi terhadap produk yang dihasilkan dalam negeri. Saat ini arus globalisasi semakin berkembang pesat, masuknya produk dalam negeri yang merajalela menguasai pasar di Indonesia. Banyak produk dalam negeri yang diproduksi dan diperjual belikan.

Namun pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang mencintai produk luar negeri dari pada produk dalam negeri. Eksistensi produk dalam negeri tentunya memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk yang berasal dari luar negeri. Menggunakan produk dalam negeri berarti kita mendukung hasil kerja keras bangsa Indonesia dalam bidang ekonomi. Selain itu, mencintai produk dalam negeri merupakan suatu wujud rasa menghargai kerja keras masyarakat dalam mengembangkan produk lokal. Sebagai wujud para alumni bangga akan bahasa yang kita miliki yaitu dengan mencintai bahasa daerah dan juga bahasa nasional kita yaitu bahasa Indonesia.

Indonesia memiliki beragam bahasa daerah diantaranya bahasa Melayu, Jawa, Sunda, Lampung, dan lain sebagainya. Wujud cinta para alumni terhadap bahasa daerah dan bahasa nasional juga dapat dilakukan dengan cara menggunakan kedua bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” tegasnya.

Selanjutnya, dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertama, mengoptimalkan kecerdasan intelektual. Sebagai alumni PTKI tidak hanya konsen di bidang keagamaan. Para alumni mesti memiliki kemampuan intelektual yang multidisipliner, tidak monodisipliner dengan memperkaya khazanah keilmuan di dunia nyata. Sebagai alumni dari alamamater Perguruan Tinggi Islam harus memiliki paradigma integratif yang menjadikan Islam sebagai agama yang tidak hanya berkaitan dengan teologis, religiusitas, dan spiritual saja, tetapi juga menjadikan Islam sebagai sumber pengetahuan dari berbagai aspek keilmuan (Baca: Kuntowijoyo, Islam Sebagai Ilmu, 2007). Alumni mesti menjadikan Islam sebagai sumber ilmu pengetahuan sains, sosial, ekonomi, politik, dan lain sebagainya agar menjadi sarjana muslim yang memiliki kompetensi selain pengetahuan keagamaan. Dengan demikian, para alumni dapat menunjukkan keunggulan di hadapan dunia .

Kedua para alumni harus memiliki kreatifitas dan inovasi. Di zaman ini, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk dijadikan modal agar dapat berdaya saing, apalagi di kancah global. Para alumni harus terus meningkatkan kualitas diri dengan cara mengasah daya kreatifitas. Kemampuan inovasi sangat diperlukan untuk menciptakan sebuah karya yang bernilai guna sekaligus bernilai ekonomis. Oleh karena itu, melalui moment wisuda ini, Saya selaku Rektor sangat berharap sekaligus berpesan kepada seluruh alumni agar tidak hanya menjadi konsumen dari berbagai prodak teknologi tetapi juga menjadi produsen. Tidak hanya menjadi objek yang dikendalikan dari pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi subjek yang mengendalikan.

Ketiga, mengabdi sesuai profesi dan bidang keilmuan. Para alumni mengabdi sesuai dengan profesi dan bidang keilmuan yang dimiliki saat ini. Menjadi pendidik bagi lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, pengacara, hakim, atau jaksa bagi lulusan fakultas Syariah dan Hukum dan lain-lain. Profesi di lakukan dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.

Keempat, Para alumni juga seyogyanya menjadi marcusuar kearifan di tengah globalisasi. Para alumni harus senantiasa menginterasikan nilai-nilai keislaman dan kearifan budaya di setiap aspek-aspek kehidupan. Para alumni harus menjadi problem solver di tengah masyarakat dengan menjadikan nilai-nilai keislaman dan kearifan budaya sebagai bingkai kehidupan untuk membendung arus radikalisasi, sekularisasi dan liberalisasi yang dibawa oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pentingnya integrasi ini juga sebagai sebuah upaya membangun peradaban dan melahirkan Cendikiawan muslim yang multiple intelligences dan berintegritas. Sarjanawan muslim yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual (intellectual intelligence) dan kreatifitas (soft skill), tetapi juga memiliki kecerdasan emosional (emotional intelligence) dan kecerdasan spiritual (spiritual intelligence).

“Melalui moment yang bersejarah ini, Saya ucapkan selamat kepada saudara-saudara para alumni yang hari ini diwisuda. Semoga dapat mengemban amanah ilmu yang selama ini sudah ditimba di bangku perkuliahan dan dapat mengaplikasikannya di tengah masyarakat, serta senantiasa mengupgrade kecerdasan intelektual, kreatifitas (soft skill), dan kecerdasan spiritual agar dapat berdaya saing di tengah arus globalisasi. Menghadirkan karya-karya inovasi yang bernilai guna bagi kemaslahatan diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa, negara, dan dunia,” jelasnya.

Rektor berharap para alumni untuk dapat terus mengabdi untuk negara Indonesia melalui berbagai upaya yang dapat dilakukan sebagai warga negara. Sehingga mengharumkan nama baik kampus dan menjadi kebanggaan bagi almamater UIN Raden Fatah Palembang. “Mari mengabdi, mari berprestasi,” pungkasnya.

Berikut ini adalah nama-nama 4 Mahasiswa Berprestasi UIN Raden Fatah Palembang yang diberikan Piagam Penghargaan dan Tabungan dari Bank Sumselbabel Syariah :

1. MELIRA REVINA, NIM : 19101022016, Tempat, Tgl Lahir : Lubuklinggau-1998-05-18, Prodi / Fakultas : S2 Hukum Tatanegara (Fak. Syariah dan Hukum), IPK : ‘3.92. Lama Studi : 2 tahun.2 bulan.23 hari.

2. RIMA PUTRI WULAN SUCI, NIM : 1710208004, Tempat, Tgl Lahir : Sengeti – 1997-12-30. Prodi / Fakultas : S1 Pendidikan Kimia (FITK). IPK : ‘3.99. Lama Studi : 4 tahun.2 bulan.29 hari.

3. Kurnia Adetya Putri, NIM : 1810202031, Tempat, Tgl Lahir : Karang Agung –
2000-07-01. Prodi/Fak : S1 Pendidikan Agama Islam (FITK). IPK : ‘3.91. Lama Studi : 3 tahun.2 bulan.8 hari.

4. Nadya Syafira Putri, NIM : 1810401005. Tempat/Tgl Lahir : Batam –
2000-04-19. Prodi/Fak. : S1 Bahasa dan Sastra Arab (FAHUM). IPK : ‘3.97. Lama Studi : 3 tahun.2 bulan.30 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button