SumselMedia.Com, Palembang-
Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Salah satunya ditunjukkan Program Studi (Prodi) Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), yang mendorong penerapan ilmu Fisika Lingkungan untuk mendukung pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara berkelanjutan di Sumatera Selatan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dua dosen Prodi Fisika FST UPGRIP, yakni Dr. Dui Yanto Rahman, M.Si., selaku Ketua Program Studi Fisika, dan Dr. Rita Sulistyowati, M.Si., t yang menekuni bidang Fisika Lingkungan, dalam Lokakarya dan Musyawarah Daerah (Musda) Forum DAS Sumatera Selatan Tahun 2026 turut hadir Wakil Rektor III Assoc. Prof. Drs. Sukardi, M.Pd. di Hotel Beston Palembang, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang dibuka Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, lembaga penelitian, dunia usaha, hingga organisasi yang bergerak di bidang pengelolaan DAS dan pelestarian lingkungan.
Keterlibatan dosen UPGRIP dalam forum tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan. Lebih dari sekadar berbagi gagasan akademik, kehadiran Prodi Fisika membawa peluang pengembangan penelitian yang dapat diarahkan untuk menjawab persoalan kualitas air, pencemaran lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Salah satu keunggulan Prodi Fisika FST UPGRIP adalah pengembangan kajian Fisika Lingkungan yang dapat diterapkan untuk memahami dan mencari solusi atas persoalan lingkungan. Melalui pendekatan sains, karakterisasi material, pengukuran parameter lingkungan, dan pengujian teknologi, penelitian Fisika berpotensi mendukung upaya peningkatan kualitas air serta pengendalian pencemaran.
Dua fokus penelitian yang berpeluang dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor adalah reduksi salinitas air payau di kawasan Sungsang dan pengolahan pencemar dalam air limbah industri tekstil, termasuk limbah yang berkaitan dengan proses produksi kain Tanjung dan kain Jumputan.
Penelitian reduksi salinitas air payau diarahkan untuk mengkaji penerapan prinsip Fisika dan teknologi pengolahan air guna mendukung peningkatan kualitas air bagi masyarakat kawasan pesisir. Sementara itu, penelitian pengolahan air limbah tekstil berfokus pada eksplorasi pendekatan Fisika Material dan teknologi pengolahan lingkungan untuk mengurangi beban pencemar sebelum air limbah dilepaskan ke lingkungan.
Kedua fokus penelitian tersebut menunjukkan bagaimana ilmu Fisika dapat dikembangkan melampaui pembelajaran di ruang kelas dan laboratorium, menuju penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan.

Pengembangan teknologi tetap memerlukan pengujian ilmiah, analisis kualitas air, serta evaluasi efektivitas agar solusi yang dihasilkan memenuhi standar akademik dan ketentuan lingkungan. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah, lembaga penelitian, dunia usaha, dan komunitas pengelola DAS menjadi penting untuk memperkuat relevansi sekaligus penerapan hasil riset.
Komitmen Prodi Fisika FST UPGRIP dalam pengelolaan lingkungan juga didukung jejaring alumni yang telah berkiprah di bidang pengelolaan DAS, yakni Rantika Mayang Sari, S.Si., dan Muhammad Agung, S.Si.
Keterlibatan alumni tersebut memperlihatkan peluang penerapan kompetensi lulusan Fisika dalam bidang yang lebih luas, termasuk pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Jejaring ini juga membuka ruang sinergi antara dosen, mahasiswa, alumni, dan mitra eksternal dalam mengidentifikasi persoalan lingkungan, mengumpulkan data, menguji teknologi, serta menyusun rekomendasi berbasis sains.
Bagi mahasiswa, kolaborasi semacam ini menjadi peluang untuk mengenal penerapan ilmu Fisika dalam konteks nyata, sekaligus memperluas wawasan mengenai kebutuhan dunia kerja dan tantangan pembangunan di daerah.
Dengan demikian, penguatan riset dan kemitraan tidak hanya mendukung pengembangan keilmuan, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analitis, keterampilan penelitian, dan pemecahan masalah yang dibutuhkan di tengah masyarakat.
Lokakarya dan Musda Forum DAS Sumatera Selatan 2026 turut membahas berbagai aspek strategis pengelolaan DAS. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Forum DAS Sumatera Selatan, Dr. Syafrul Yunardy, S.Hut., M.E.
Pada sesi pertama, pembahasan mencakup peran kelembagaan, pengelolaan lanskap, adaptasi perubahan iklim, dan kolaborasi multipihak. Materi disampaikan oleh Ir. Khuswantoro Akhadi, S.Hut., M.A.P., dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Musi; Andree Ekadinata, Direktur World Agroforestry Indonesia (ICRAF); Beni Okarda, M.Sc., Senior Research Officer dari CIFOR; serta Tomi Haryadi, Director for Food, Land and Water (FLW) Program dari World Resources Institute (WRI).
Sesi kedua yang dimoderatori Dr. Ir. Karlin Agustina, M.Si., membahas kontribusi sektor kehutanan, perkebunan, industri karet, dan pertambangan dalam mendukung pengelolaan DAS berkelanjutan. Narasumber berasal dari APHI Komda Sumsel dan Lampung, GAPKI Sumsel, GAPKINDO Sumsel, serta PT Bukit Asam (PTBA).

Beragam perspektif tersebut menegaskan bahwa pengelolaan DAS membutuhkan pendekatan terpadu, bukan hanya melalui kebijakan dan pengelolaan lanskap, tetapi juga dukungan penelitian, inovasi teknologi, serta pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.
Dalam konteks tersebut, Prodi Fisika FST UPGRIP berpeluang mengambil peran melalui penelitian kualitas air, pengembangan material untuk pengolahan air, pengukuran parameter lingkungan, dan evaluasi teknologi yang dapat mendukung perlindungan ekosistem DAS.
Kegiatan dilanjutkan dengan perumusan rekomendasi lokakarya sebagai bagian dari upaya memperkuat arah dan strategi pengelolaan DAS di Sumatera Selatan.
Partisipasi Prodi Fisika FST UPGRIP dalam Forum DAS Sumatera Selatan 2026 sejalan dengan semangat Prodi Berdampak, yakni mendorong perguruan tinggi agar semakin berkontribusi dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Bagi UPGRIP, pengembangan pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran dan publikasi ilmiah, tetapi juga dengan upaya membangun kemitraan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Melalui penguatan riset Fisika Lingkungan, keterlibatan alumni, dan peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Prodi Fisika FST UPGRIP terus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk mendukung pengelolaan sumber daya air, pengendalian pencemaran, dan pelestarian lingkungan.
Langkah ini sekaligus memperkuat peran UPGRIP sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan keilmuan, membuka ruang kolaborasi, dan mendorong penerapan hasil penelitian bagi masyarakat.
Dari Fisika untuk lingkungan, dari riset untuk masyarakat. Prodi Fisika FST UPGRIP terus memperluas kontribusi akademiknya agar ilmu pengetahuan tidak berhenti di laboratorium, tetapi berkembang menjadi bagian dari solusi bagi tantangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Selatan.













