SumselMedia.Com, Palembang-
Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada November 2026 mendatang.
Persiapan pelaksanaan Musda saat ini terus dilakukan. Panitia pelaksana telah dibentuk dan Kwarda Sumsel juga telah melakukan audiensi dengan Ketua dan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sumsel yang juga merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel, Drs H Riza Fahlevi, M.M., mengatakan persiapan Musda saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.
“Untuk persiapan Musda, alhamdulillah panitia sudah dibentuk. Kita juga sudah audiensi kepada Ketua dan Wakil Ketua Mabida sekaligus Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel untuk meminta arahan. Persiapannya sudah sekitar 70 persen,” ujar Riza Fahlevi, Selasa (29/9/2026).
Dalam Musda tersebut, salah satu agenda utama adalah pemilihan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel untuk periode berikutnya.
Riza memastikan dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Kwarda Sumsel. Ia memilih memberikan kesempatan kepada kader lainnya untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi.
“Saya sendiri tidak meneruskan mencalonkan lagi. Saya langsung saja membantu di mana saja diposisikan, karena saya juga pengurus nasional, yakni pengurus nasional di koordinator wilayah Sumatera,” katanya.
Menurut Riza, dirinya telah memimpin Kwarda Sumsel selama satu periode lima tahun, ditambah masa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) sehingga total sekitar enam tahun.
Ia menilai regenerasi merupakan bagian penting dalam menjalankan organisasi Pramuka. Karena itu, menurutnya, seorang pemimpin tidak harus mempertahankan jabatan hingga beberapa periode.
“Saya selalu kaderisasi. Tidak perlu mau menjabat dua kali, tiga, empat kali untuk menjadi ketua. Kalau kita bekerja, yang penting penuh tanggung jawab. Kalau sudah bekerja sesuai dengan apa yang diarahkan dan diberikan petunjuk oleh pimpinan, dalam hal ini Kamabida sekaligus Gubernur Sumsel, itu saja sudah syukur alhamdulillah,” tuturnya.
Riza berharap fondasi organisasi yang telah dibangun selama kepemimpinannya dapat dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.
“Kalau kita sudah membawa nama Pramuka, apalagi seluruh kawan-kawan, lebih baik kita sudah menanamkan pondasinya dengan baik dan benar, ya lanjutkan kaderisasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik setelah seseorang tidak lagi menduduki jabatan dalam organisasi.
“Jangan menunggu orang bosan. Kalau sudah bosan kan tidak enak lagi kesannya. Tinggal kita sehubungan tetap baik terus sampai kapan pun, di mana pun kita masih bisa memberikan masukan-masukan serta bisa bermitra,” ungkapnya.
Riza mengatakan prinsip tersebut juga diterapkannya dalam sejumlah organisasi yang pernah dipimpinnya. Ia memilih tidak mempertahankan jabatan hingga lebih dari satu periode.
“Di mana saya memimpin, apapun jabatan, baik dalam organisasi tidak sampai dua periode. Cukup satu periode, semuanya berganti. Itu kaderisasi,” katanya.
Tekankan Integritas Calon Ketua
Terkait calon Ketua Kwarda Sumsel berikutnya, Riza mengatakan sejumlah nama sudah terlihat dan telah dilaporkan kepada pimpinan, namun belum diumumkan kepada publik.
“Untuk bakal calonnya sendiri insya Allah terlihat, tapi masih dirahasiakan. Sudah saya laporkan dengan pimpinan, dalam hal ini Ka Mabida, yakni Gubernur Sumsel. Gubernur Sumsel melihat yang kita usulkan itu semuanya masuk standar,” jelasnya.
Ia menekankan calon pengurus maupun calon pemimpin Pramuka harus memiliki rekam jejak serta moral yang baik. Menurutnya, persyaratan tersebut berkaitan dengan tanggung jawab Pramuka yang membina anak-anak dan menjadi bagian dari pendidikan karakter.
“Terpenting berkelakuan baik dan bermoral baik. Di ART itu jelas. Berkelakuan baik, tidak pernah menjadi narapidana, kemudian hindari yang patut diduga, apalagi pemakai narkoba atau zat adiktif. Itu kan berlawanan dengan Dasa Darma Pramuka serta Tri Satya Pramuka,” katanya.
Riza juga menyinggung pentingnya aspek moral seorang calon pemimpin Pramuka karena organisasi tersebut banyak bersentuhan dengan anak-anak.
“Kalau amoral, misalkan untuk berkemah saja orang tua bimbang dan ragu, mana jadi kemah itu. Karena anak-anak ini titipan orang tua,” ujarnya.
Calon dari Luar Palembang Tetap Terbuka
Mengenai kemungkinan calon Ketua Kwarda berasal dari luar Kota Palembang, Riza mengatakan hal tersebut tetap terbuka. Namun, ia menilai faktor domisili dan kemampuan membangun komunikasi dengan pimpinan daerah perlu menjadi pertimbangan.
Pasalnya, kantor Kwarda berada di Kota Palembang sehingga ketua terpilih diharapkan dapat menjalankan roda organisasi secara efektif.
“Kalau calon sendiri dari luar kota, boleh-boleh saja. Cuma kita mungkin Kwarcab dalam hal ini atasannya Kamabicab, Bupati, Wali Kota. Bagaimana roda organisasi akan berjalan kalau misalkan terpilih dari luar Kota Palembang, sedangkan sentral kantornya ada di Kota Palembang,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap calon yang terpilih dapat bekerja sama dengan pimpinan dan, jika memungkinkan, berdomisili di Palembang agar koordinasi organisasi lebih mudah.
“Yang jelas bisa kerja sama dengan pimpinan. Nomor dua, bisa menghimpun. Minimal dia tinggal berdomisili di sini, diusahakan di Kota Palembang biar semua prosesnya lebih mudah,” katanya.
Berharap Musda Berjalan Guyub
Riza berharap pelaksanaan Musda Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel berlangsung dengan suasana kekeluargaan. Ia menyebut tradisi musyawarah dalam organisasi Pramuka selama ini lebih mengedepankan kebersamaan.
“Tapi rata-rata Pramuka ini mayoritas aklamasi, tidak gontok-gontokan. Guyub. Namanya kan harus ditunjukkan organisasi mengayomi, digugu dan ditiru. Tidak ada mau sikut kanan, sikut kiri, itu bukan wataknya Pramuka,” tegasnya.
Riza menegaskan dirinya akan tetap menjalankan tanggung jawab hingga proses pergantian kepemimpinan selesai.
“Saya juga bukti, sampai hari ini masih saya tunggu Kwarda Gerakan Pramuka Sumsel. Itu bentuk tanggung jawab saya. Setelah serah terima, baru silakan siapa pun yang duduk nanti. Hebat kan organisasi begitu, welcome siapa saja, yang penting majukan Pramuka di Sumsel,” pungkasnya.













