Pendidikan

Tak Semua Sekolah di Palembang Boleh Tatap Muka, Ini Sekolah yang Diperbolehkan Disdik Palembang

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Tidak semua sekolah yang ada di Palembang terutama SD dan SMP bisa menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada 12 Jul 2021 mendatang.

Pasalnya, pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang telah menyusun kebijakan PTM secara terbatas dengan hanya 24 SMP dan 3 SD per kecamatan di Palembang.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah tetap memperharikan kesehatan siswa dan tetap memenuhi kerinduan siswa belajar di sekolah dengan PTM terbatas di sekolah tertentu dan hanya dengan waktu 2 jam.

“Sekolah yang akan tatap muka diantaranya SMP 17, SMP 1, SMP 9, SMP 10, termasuk sekolah yang ada di pinggiran Kota Palembang karena tidak terlalu banyak kontak itu ada SMP 25,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto, Kamis (24/6/2021).

Pria yang juga Ketua PGRI Sumsel ini menambahkan bahwa bagi sekolah SD dan SMP di Palembang yang tak diperkenankan PTM maka jangan sekali-kali melakukan PTM karena telah melalui pertimbangan kesehatan.

Sebelum pelaksanaannya, Juli minggu pertama pihaknya akan kroscek ke sekolah-sekolah yang akan buka. Beberapa aturan pembelajaran seperri dibagi tiga shift dan hanya dua jam agar tidak tabrakan jadwal masuk.

“Jadi nantinya ada dua sistem pembelajaran, dengan cara tatap muka dan PPJ,” katanya.

Namun apakah 12 Juli bisa mulai, pihaknya akan koordinasi kembali dengan Walikota Palembang, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan lainnya.

“Dalam instruksi Menteri Pendidikan diharuskan tatap muka mau tidak mau suka tidak suka. Namun Palembang kondisi Covid-19 naik. Akan rapat lagi karena persiapan tatap muka sudah dilaksanakan, sudah sosialisasi dan sampaikan ke kepala sekolah soal prokes,” katanya.

Zulinto mengatakan, vaksinasi untuk tenaga pendidik dan kependidikan sudah dilakukan 16 ribu orang tahap pertama. Tahap kedua ini sudah hampir 16 ribu, dan sudah hampir selesai. Juli nanti pasti sudah selesai karena prosesnya sudah lama dan khusus guru terus jalan.

“Untuk desakan orang tua, ada yang minta buka dan ada yang tidak mau. Kita tetap memprioritaskan permintaan, jika tidak mau bisa PJJ, jika siap tatap muka bisa membuat pernyataan,” urainya.

Pihaknya mengatakan setelah berjalan PTM selama satu bulan maka akan dilakukan evaluasi untuk mengambil kebijakan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button