PGRI

............

Pendidikan

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Gelar FGD Kedua di OKU Timur, Dorong Pengembangan Kawasan Transmigrasi Belitang

SumselMedia.Com, OKUT-

Tim 1 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali melanjutkan program pendampingan di Kawasan Transmigrasi Belitang dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) kedua, Rabu (19/11/2025), di Aula Rapat Bapperida OKU Timur (OKUT) Martapura. Kegiatan ini menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan dari 13 kecamatan dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menggali potensi hingga permasalahan yang masih dihadapi wilayah transmigrasi tersebut.

FGD dihadiri oleh Bapperida OKU Timur sebagai pemateri, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), serta perwakilan 13 kecamatan yakni Belitang 1, Belitang 2, Belitang 3, Belitang Jaya, Belitang Mulya, Belitang Madang Raya, Buay Madang, Buay Madang Timur, Semendawai Barat, Semendawai Suku III, Semendawai Timur, Madang Suku I, dan Madang Suku III. Turut hadir pula sejumlah OPD lainnya, antara lain BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Diskominfo OKU Timur.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Belitang, Nikie Astorina YD, S.KM, M.Kes, menyampaikan bahwa FGD kedua ini menjadi ruang penting untuk menyatukan pandangan antara pemerintah daerah, kecamatan, dan masyarakat. “Kolaborasi adalah kunci pengembangan kawasan transmigrasi. Melalui FGD ini, kami ingin memastikan setiap aspirasi, potensi, dan persoalan yang muncul di lapangan dapat diidentifikasi secara tepat dan menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengembangan wilayah Belitang ke depan,” ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan peserta aktif menyampaikan masukan terkait perbaikan kawasan. TEP UNDIP juga memaparkan hasil FGD pertama sebagai pijakan sebelum memasuki diskusi kelompok.

Dari hasil FGD, sejumlah isu strategis kembali mengemuka. Pada sektor infrastruktur, peningkatan konektivitas jalan, krisis air bersih, serta kebutuhan penerangan jalan umum masih menjadi perhatian utama di beberapa kecamatan. Pada sektor ekonomi dan pertanian, peserta menyoroti ketidakstabilan harga jual gabah serta kelangkaan pupuk bersubsidi. Di sektor sosial budaya, isu minimnya optimalisasi pariwisata serta meningkatnya risiko tindak kriminal, terutama pencurian di permukiman dan fasilitas umum, turut menjadi fokus pembahasan. Sementara pada sektor kelembagaan, peserta menyoroti perlunya penguatan pemasaran hasil pelatihan UMKM.

Rangkaian kegiatan FGD dimulai dari pembukaan dan sambutan OPD, pemaparan hasil FGD pertama oleh TEP UNDIP, arahan teknis diskusi, hingga penarikan kesimpulan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan Kawasan Transmigrasi Belitang ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, Nikie Astorina menegaskan kembali harapan besar terhadap keberlanjutan program ini. “Kami percaya bahwa Kawasan Transmigrasi Belitang memiliki potensi besar. Dengan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis rekomendasi yang dirumuskan dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Back to top button