UNDIP Rilis Temuan Riset Tiga Bulan untuk Percepatan Pengembangan KTM Belitang
SumselMedia.Com, OKUT-
Setelah hampir tiga bulan menjalankan riset lapangan, Tim 1 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) memaparkan hasil penelitian mereka melalui kegiatan Diseminasi Hasil Riset, Kamis (27/11/2025), di Aula Rapat Bapperida OKU Timur, Martapura. Kegiatan ini menjadi ruang resmi penyampaian temuan lapangan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UNDIP Belitang kepada pemerintah daerah dan pemerintah kecamatan, khususnya terkait kondisi terkini Kota Terpadu Mandiri (KTM) Belitang.
Acara ini dihadiri oleh Bapperida OKU Timur sebagai pemateri utama, serta sejumlah OPD lainnya seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKU Timur, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Diskominfo OKU Timur. Kehadiran lintas dinas ini mencerminkan komitmen bersama untuk memahami kebutuhan kawasan transmigrasi secara lebih komprehensif.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Belitang, Nikie Astorina YD, S.KM, M.Kes, menyampaikan bahwa diseminasi ini merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban terhadap masyarakat serta pemerintah daerah. “Selama tiga bulan riset, kami menggali isu, kebutuhan, dan potensi KTM Belitang secara mendalam. Hasilnya kami sampaikan secara terbuka agar dapat menjadi rujukan bagi pengambilan keputusan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari Bapperida OKU Timur serta Disnakertrans OKU Timur, dilanjutkan pemaparan hasil FGD yang telah dilakukan oleh TEP UNDIP. Setelah itu, pemateri dari Bapperida dan Litbang OKU Timur serta Disnakertrans OKU Timur turut menyampaikan materi pendukung sebelum sesi diskusi tentang rekomendasi evaluasi KTM Belitang.
Dari hasil FGD pertama, TEP UNDIP menemukan sejumlah prioritas utama, antara lain pembangunan BTS dan penguatan jaringan, penyediaan Program Paket A/B serta peningkatan kualitas SDM guru, perbaikan akses jalan dan peningkatan pelayanan, peremajaan karet dan penguatan rantai nilai pertanian, revitalisasi Bumdes dan pelatihan SDM, perbaikan jalan serta penerangan, normalisasi sungai, dan dukungan sanitasi melalui bantuan jamban lengkap serta pendampingan. Selain itu juga muncul kebutuhan penambahan PAMSIMAS serta peningkatan kualitas air bersih.
Sementara itu, hasil FGD kedua yang menggali potensi dan permasalahan di 13 kecamatan transmigrasi merumuskan beberapa kebutuhan mendesak. Untuk jangka pendek (0–1 tahun), kebutuhan prioritas mencakup penambahan PAMSIMAS dan penyediaan air bersih di titik kritis, perbaikan akses jalan utama menuju KTM, penyediaan unit pemadam kebakaran, penyelarasan batas desa KTM dan SS3 sebagai dasar penegasan wilayah, serta perbaikan mekanisme distribusi pupuk pertanian. Untuk jangka menengah (1–3 tahun), rekomendasi meliputi legalitas dan operasional Sekolah Rakyat, pengembangan pariwisata berbasis desa, peningkatan peran Bumdes dalam pemasaran UMKM, serta revitalisasi budaya lokal.
Menurut Nikie Astorina, hasil riset ini diharapkan menjadi pijakan kolaborasi yang lebih kuat. “Pengembangan kawasan transmigrasi tidak bisa berjalan sendiri. Butuh sinergi OPD, kecamatan, desa, hingga masyarakat. Rekomendasi ini kami susun sebagai panduan bersama agar pembangunan KTM Belitang lebih terarah dan berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan diseminasi ini disambut positif oleh OPD OKU Timur serta perwakilan kecamatan di kawasan transmigrasi Belitang. Para peserta menilai kegiatan ini penting sebagai sarana keterbukaan informasi dan penyamaan persepsi dalam menentukan arah pengembangan KTM Belitang agar semakin berkembang dan maju.
Di akhir sesi, Nikie kembali menegaskan harapan besarnya terhadap masa depan KTM Belitang. “Dengan data yang valid, masukan dari lapangan, serta kolaborasi yang baik, kami yakin Belitang memiliki peluang besar menjadi kawasan transmigrasi yang kuat, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya.


