SumselMedia.Com, Palembang-
Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) menggelar Pelatihan Konseling Kognitif Perilaku dengan tema “Kecemasan Sosial dan Kearifan Lokal”, bertempat di Aula Usman Madjid, Gedung Perpustakaan Lantai 5, Senin (27/10/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UPGRIP Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., yang diwakili oleh Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd. Turut hadir Dekan FKIP Assoc. Prof. Dr. Dra. Misdalina, M.Pd., Wakil Dekan I Dr. Nyiayu Fahriza Fuadiah, S.Si., M.Pd., para dosen di lingkungan Program Studi Bimbingan dan Konseling, serta para tamu undangan.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. dari Universitas Negeri Malang dan Dr. (Cand) Arizona, M.Pd. dari Universitas PGRI Palembang.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Dra. Misdalina, M.Pd. menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa Universitas PGRI Palembang, guru-guru Bimbingan dan Konseling se-Sumatera Selatan, serta peserta dari berbagai universitas di Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali yang bergabung secara daring melalui Zoom Meeting.
“Pelatihan ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa dan guru dalam memahami dinamika psikologis manusia dengan pendekatan kontekstual budaya. Diharapkan peserta mampu menerapkan nilai-nilai lokal dalam praktik konseling yang empatik, inklusif, dan relevan dengan karakter masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UPGRIP Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd., menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan modern dan kearifan budaya lokal dalam praktik konseling.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, para mahasiswa dan guru dapat memperluas wawasan, mengembangkan pemikiran kritis, serta memperkuat kompetensi profesional dalam bidang konseling. Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk menyatukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai budaya lokal, demi mewujudkan layanan konseling yang efektif secara ilmiah sekaligus menyentuh sisi kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta atas partisipasi aktif mereka dalam kegiatan ini. “Semoga ilmu yang kita peroleh hari ini membawa manfaat besar bagi pengembangan ilmu Bimbingan dan Konseling, serta bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tutupnya.













