Pendidikan

Mahasiswa Bahasa Indonesia FKIP UPGRIP Praktik Langsung Dunia Penyiaran di Sriwijaya TV

×

Mahasiswa Bahasa Indonesia FKIP UPGRIP Praktik Langsung Dunia Penyiaran di Sriwijaya TV

Sebarkan artikel ini
(Serah terima program magang mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UPGRIP di Sriwijaya TV)

SumselMedia.Com, Palembang-

Dunia penyiaran terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi dan perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori penyiaran di ruang perkuliahan, tetapi juga mengasah kemampuan melalui pengalaman langsung di lapangan.

Hal tersebut menjadi bagian dari program magang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) di Sriwijaya TV. Program magang ini secara resmi dimulai melalui kegiatan serah terima mahasiswa magang yang berlangsung di Sriwijaya TV, Senin (14/9/2026).

Produser sekaligus Jurnalis Senior Sriwijaya TV, Farrel, mengatakan dunia penyiaran saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Televisi dan penyiaran berbasis online menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi, hiburan, dan pendidikan.

(Suasana mahasiswa sedang magang)

“Dunia penyiaran saat ini berkembang sangat pesat. Televisi maupun penyiaran online menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan informasi, hiburan dan pendidikan. Karena itu, mahasiswa perlu memahami bagaimana proses kerja penyiaran secara langsung di lapangan,” ujar Farrel.

Menurutnya, pengalaman magang di lembaga penyiaran menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami sistem kerja broadcasting secara lebih nyata. Sebab, proses produksi sebuah program, khususnya televisi, memiliki tahapan yang terstruktur mulai dari pra produksi, produksi hingga pasca produksi.

“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori. Mereka perlu melihat dan merasakan langsung bagaimana sebuah program direncanakan, diproduksi, kemudian melalui proses editing dan evaluasi hingga akhirnya dapat ditayangkan kepada masyarakat,” jelasnya.

(Suasana mahasiswa sedang magang)

Farrel menambahkan, dunia penyiaran tidak hanya berkaitan dengan program berita atau jurnalistik. Mahasiswa juga dapat mempelajari berbagai bentuk program artistik atau fiksi maupun program jurnalistik atau nonfiksi.

“Magang menjadi sarana untuk mengaplikasikan ilmu broadcasting yang selama ini diperoleh secara teori menjadi keterampilan yang aplikatif. Di lapangan, mahasiswa bisa memahami bagaimana sebuah program dibuat dengan melibatkan berbagai sumber daya manusia dan kreativitas,” katanya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Magang, Hj. Masnunah, M.Pd., mengatakan program magang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata.

(Suasana mahasiswa sedang magang)

“Melalui program magang ini, mahasiswa dapat mengaktualisasikan keilmuannya secara aplikatif. Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung di lingkungan kerja sekaligus memahami bagaimana ilmu yang diperoleh di kampus diterapkan dalam dunia profesional,” ujar Masnunah.

Dosen Bahasa Indonesia FKIP UPGRI Palembang itu menjelaskan, Sriwijaya TV menjadi salah satu tempat yang relevan bagi mahasiswa karena sebagian besar program acaranya bertumpu pada jurnalistik dan pemberitaan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berkesempatan terlibat dalam berbagai aktivitas produksi berita, baik sebagai pendamping kerabat kerja atau kamerawan, reporter, maupun mempelajari tugas sebagai News Anchor, News Presenter dan News Reader.

“Mahasiswa dapat belajar banyak hal, mulai dari proses peliputan berita, pengambilan gambar, penyusunan informasi sampai bagaimana sebuah berita disampaikan kepada masyarakat melalui media televisi,” ungkapnya.

Selain mempelajari proses produksi berita, mahasiswa magang juga mendapatkan pelatihan teknis dasar produksi, termasuk keterampilan menjadi kamerawan.

Mereka diperkenalkan dengan dasar-dasar penggunaan kamera serta teknik pengambilan gambar, seperti angle, shot size atau ukuran gambar, komposisi, hingga kontinuitas gambar.

Masnunah berharap pengalaman tersebut dapat memberikan bekal bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membangun kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Harapannya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi juga memiliki keterampilan dan pemahaman yang lebih baik mengenai dunia penyiaran. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan benar-benar dapat diterapkan secara nyata,” pungkasnya.

Program magang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UPGRI Palembang di Sriwijaya TV tersebut berlangsung selama tiga bulan, mulai 14 September 2026 hingga 15 Desember 2026.