SumselMedia.Com, Palembang-
Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan melestarikan sejarah lokal Sumatera Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), di SMA Negeri 1 Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (30/10/2026).
Mengusung tema “Pembelajaran Sejarah Lokal Sumatera Selatan dengan Pendekatan Deep Learning dan Kontekstual”, kegiatan ini menjadi langkah nyata UPGRIP dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih kreatif, mendalam, dan relevan dengan kebutuhan Generasi Z.
Kegiatan tersebut diikuti guru dan siswa SMA Negeri 1 Sirah Pulau Padang serta dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. Kehadiran pimpinan universitas ini sekaligus menunjukkan dukungan terhadap penguatan peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Sukardi mengapresiasi inisiatif dosen dan mahasiswa Pendidikan Sejarah yang mengangkat sejarah lokal Sumatera Selatan sebagai materi utama pengabdian.
Menurutnya, pengenalan sejarah daerah kepada generasi muda sangat penting untuk membangun pemahaman mengenai identitas, budaya, dan perjalanan masyarakat. Generasi Z perlu memiliki kedekatan dengan sejarah daerahnya agar tidak kehilangan akar budaya di tengah perkembangan zaman.

Dukungan juga disampaikan Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. Misdalina, M.Pd. Ia menilai kegiatan ini merupakan implementasi nyata tridarma perguruan tinggi, sekaligus bentuk kontribusi FKIP UPGRIP dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan, lanjutnya, menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan peserta didik.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr. Khabib Soleh, M.Si., menjelaskan bahwa penguatan literasi sejarah lokal merupakan kebutuhan penting bagi Generasi Z.
Menurutnya, sejarah Sumatera Selatan menyimpan banyak nilai pengetahuan, kebudayaan, keteladanan, dan kearifan lokal yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.
Ia menegaskan, pembelajaran sejarah tidak cukup hanya mengandalkan metode hafalan. Siswa perlu diajak memahami makna peristiwa, menganalisis hubungan sebab-akibat, melakukan refleksi, serta mengambil nilai kehidupan dari perjalanan sejarah.

Karena itu, pendekatan Deep Learning dan pembelajaran kontekstual menjadi alternatif untuk menciptakan proses belajar yang lebih mendalam, bermakna, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari tokoh dan peristiwa sejarah, tetapi juga diajak menghubungkan materi dengan lingkungan sosial, peninggalan sejarah, tradisi, serta perkembangan masyarakat Sumatera Selatan.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. Khabib Soleh, M.Si., dengan anggota tim yang terdiri atas Dr. Dina Srinindiati, S.Pd., M.Si. dan Dr. Riski Widya Kartika, M.Pd., serta didukung oleh Assoc. Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, yaitu Sarmila, Nur FAra Dina, dan Algandi.
Pelaksanaan PKM berlangsung melalui penyampaian materi, diskusi, dan interaksi langsung bersama guru serta siswa. Antusiasme peserta terlihat dalam proses pembelajaran yang berlangsung komunikatif dan membuka ruang pertukaran pengetahuan antara kalangan akademisi dan lingkungan sekolah.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan keunggulan pendekatan pendidikan yang dikembangkan UPGRIP, yakni mengintegrasikan kompetensi akademik, inovasi pembelajaran, dan pengalaman langsung di tengah masyarakat.

Tidak hanya dosen, keterlibatan mahasiswa Pendidikan Sejarah juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Melalui pengalaman lapangan, mahasiswa memperoleh kesempatan mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, mengembangkan keterampilan komunikasi, serta meningkatkan kepedulian terhadap persoalan pendidikan dan pelestarian budaya.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan PKM tersebut, Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPGRIP berharap para guru semakin termotivasi mengembangkan pembelajaran sejarah lokal dengan metode yang inovatif. Sementara itu, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mengenal sejarah daerah, menghargai warisan budaya, dan memiliki kesadaran terhadap identitas lokal.
Komitmen ini sekaligus menegaskan peran Universitas PGRI Palembang sebagai perguruan tinggi yang aktif mengembangkan kualitas pendidikan, memperkuat kompetensi akademik, serta membangun kolaborasi dengan sekolah dan masyarakat.
Dengan mengedepankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, UPGRIP terus mengambil bagian dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya Sumatera Selatan bagi generasi masa depan.













