SumselMedia.Com, Palembang-
Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M., didampingi Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, S.H., di Aula Serbaguna Asrama Haji Palembang, Senin (2/11/2026) sore.
Ajang olahraga pelajar tingkat provinsi ini diikuti 1.091 atlet dan 70 ofisial yang tergabung dalam 17 kontingen kabupaten/kota se-Sumsel. Para peserta akan berkompetisi pada sembilan cabang olahraga (cabor) selama 2-7 November 2026.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Popda 2026, mulai dari jajaran penyelenggara pendidikan, guru, pelatih hingga para pelajar yang mewakili daerah masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan menembus kompetisi tingkat provinsi merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Sebab, setiap atlet telah melewati proses seleksi secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kecamatan hingga kabupaten/kota.
“Untuk sampai ke tingkat provinsi, mereka sudah melalui proses seleksi di tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten dan kota. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.
Ia berharap Popda tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat memperkuat Sumsel dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) hingga kompetisi internasional.
Karena itu, Herman Deru meminta seluruh atlet agar bertanding secara serius, menunjukkan kemampuan terbaik, serta menjaga semangat sportivitas demi mengharumkan nama Sumsel.
“Kita berharap atlet-atlet yang mengikuti Popda ini benar-benar serius dalam bertanding dan mampu meraih prestasi. Kita ingin mereka menjadi atlet yang bisa mengharumkan nama Sumsel di tingkat nasional,” tegasnya.
Selain menekankan kesiapan atlet, Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap integritas perangkat pertandingan, terutama juri dan wasit. Ia mengingatkan agar seluruh keputusan pertandingan diambil secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi kejujuran.
Menurutnya, kualitas sebuah kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga integritas pihak yang bertugas memimpin pertandingan.
“Jangan sampai kegiatan ini dicederai oleh keputusan juri maupun wasit. Pertandingan harus dimenangkan oleh atlet yang memang berprestasi. Kalau kita ingin maju, kejujuran juri dan wasit harus benar-benar dijaga,” katanya.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjadikan Popda sebagai sarana membangun sportivitas, kedisiplinan, mental juara, serta kemampuan berkompetisi secara sehat.
Para pelajar, lanjutnya, merupakan generasi penerus bangsa yang harus memiliki keberanian, semangat, dan daya saing dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel H Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., mengatakan Popda memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga antarpelajar.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan kesatuan, mempererat hubungan antarpelajar, serta mengenalkan keberagaman budaya melalui semangat kebersamaan.
“Melalui Popda ini, kita ingin memelihara dan meningkatkan persatuan bangsa, saling mengenal budaya nasional, sekaligus menjadi ajang seleksi atlet terbaik dari kalangan junior untuk dipersiapkan menjadi calon atlet nasional dan internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, Popda Sumsel 2026 diikuti 17 kabupaten/kota dengan total 17 kontingen, melibatkan 1.091 atlet dan 70 ofisial.
Adapun sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan di antaranya bulu tangkis, taekwondo, tinju, panjat tebing, wushu, senam, dan atletik.
Pertandingan berlangsung pada 2-7 November 2026 di sejumlah lokasi, yakni Asrama Haji Palembang, GOR Cempako, Lapangan Tenis Enim, SMK Negeri 2 Palembang, serta Jakabaring Sport City (JSC).
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Sumsel Dr Darmayanti, S.E., M.M., Kepala Dispora Sumsel Dr H M Alfajri Zabidi, S.Pd., M.Pd.I., M.M., Kepala Disdik Sumsel H Mondyaboni, jajaran pejabat Disdik Sumsel, para kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah dari 17 kabupaten/kota, serta tamu undangan lainnya.













