Ekonomi & Bisnis

Dihadiri Investor 6 Negara, BI Dorong Sumsel Jadi Pusat Hilirisasi Pangan dan Energi

×

Dihadiri Investor 6 Negara, BI Dorong Sumsel Jadi Pusat Hilirisasi Pangan dan Energi

Sebarkan artikel ini
(The 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 di Hotel Aryaduta Palembang)

SumselMedia.Com, Palembang-

Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat sinergi dalam mendorong investasi dan hilirisasi komoditas unggulan daerah. Langkah ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi di Sumatera Selatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan The 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026 di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (3/11/2026). Mengusung tema “Advancing Value-Added Development through Synergy to Strengthen South Sumatera’s Food and Energy Security”, forum ini menjadi wadah strategis mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan investor untuk mempercepat realisasi investasi di Sumatera Selatan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam daerah melalui pengembangan industri hilir.

“Penguatan hilirisasi dan investasi membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor. Sumatera Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang besar sehingga perlu dioptimalkan melalui pengembangan industri pengolahan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” demikian pesan yang disampaikan dalam rangkaian forum tersebut.

Menurutnya, percepatan investasi dan hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi komoditas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi serta menjaga stabilitas perekonomian daerah.

SEF 2026 merupakan salah satu tindak lanjut pembentukan Task Force Percepatan Investasi yang diarahkan untuk mendorong percepatan realisasi investasi di Sumatera Selatan.

Forum ini dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Bupati Banyuasin, Duta Besar Bangladesh, Wakil Duta Besar Tunisia, Konsul Kedutaan Bulgaria, pimpinan instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), serta investor dari enam negara dan lebih dari 100 investor lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Diskusi membahas perkembangan investasi, strategi peningkatan kesiapan proyek investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO), kemudahan perizinan berusaha, skema pembiayaan, hingga peluang hilirisasi komoditas unggulan daerah. Selain itu, turut dibahas prospek perekonomian Sumatera Selatan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Kegiatan dilanjutkan dengan laporan Kepala DPMPTSP Provinsi Sumatera Selatan dan Kepala Perwakilan BI Sumsel mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat investasi dan hilirisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru secara resmi membuka SEF 2026. Ia menegaskan bahwa penguatan hilirisasi sektor pangan dan energi sejalan dengan agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita.

Sumatera Selatan dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional melalui pengembangan industri hilir berbasis keunggulan komparatif daerah secara berkelanjutan.

Sejumlah agenda strategis turut mewarnai pelaksanaan SEF 2026. Di antaranya pengumuman pemenang Call for Essay mengenai potensi unggulan Sumatera Selatan, penandatanganan dan penyerahan Letter of Intent (LoI) dari Weihong Biotechnology Co., Ltd. kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin terkait minat investasi pada industri hilirisasi kelapa, serta peluncuran website Sriwijaya Invest sebagai sarana promosi peluang investasi daerah.

Tidak hanya menjadi forum diskusi, SEF 2026 juga menghadirkan Investment Talks dan Business Matching yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta calon investor domestik dan internasional.

Sejumlah komoditas unggulan yang ditawarkan dalam penjajakan investasi tersebut meliputi kopi, kelapa, ikan patin, udang vaname, dan sapi.

Melalui pertemuan bisnis ini, diharapkan terbentuk peluang kerja sama konkret yang mampu mendorong realisasi investasi, memperkuat rantai pasok, meningkatkan kemitraan dengan pelaku usaha lokal, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Sumatera Selatan.

Bank Indonesia berharap penyelenggaraan SEF 2026 dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan strategi implementatif untuk mempercepat hilirisasi sektor pangan dan energi.

Lebih dari itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang bernilai tambah, sehingga investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.