Pendidikan

Dorong Percepatan PKM, UPGRIP Gelar Workshop Pendamipingan dan Seleksi Proposal 

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Guna mendorong percepatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diluncurkan oleh Ditjen Diktiristek pada tahun 2022 di bawah pengelolaan Belmawa khususnya progran Program Kreativitas  Mahasiswa (PKM) Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) menggelar Workshop Pendamipingan dan Seleksi Proposal.

Kegiatan yang digelar di Gedung BSC, Aula Drs. H. Aidil Fitri Syah, Lantai 5 Universitas PGRI Palembang Jumat (25/3/2022) ini diharapkan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi mahasiswa dan prestasi Perguruan Tinggi dalam pemeringkatan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Workshop ini menghadirkan narasumber yang berasal dari dosen di lingkungan Universitas PGRI Palembang diantaranya Linda Lia, M.Pd. (REVIEWER NASIONAL), Neta Dian Lestari, S.Pd., M.M, Dr. Nyiayu Fahriza Fuadiah, M.Pd, Sugiarti, M.Pd., Budi Utomo, S.Pd., M.Sc., Giyanto, S.Pd., M.Sc., Kabib Sholeh, M.Hum., Emma Lilianti, S.E., M.Si, Dian Mutiara, S.Si.,M.Si, Aan Safentry, M.T dan Allen Marga Retta, M.Pd.

Turut hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas PGRI Palembang Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., CIQaR. diwakili oleh Wakil Rektor III Drs. Sukardi, M.Pd., Kepala LPPKM Dr. Rohana, M.Pd., CIQnR., kepala UPT Perpustakaan, Kepala BPM atau yang mewakili, kepala BPAM, Plt Asdir Pascasarjana, para Dekan, para narasumber serta tamu undangan lainnya.

Wakil Rektor III Drs Sukardi, M.Pd dalam sambutannya mengatakan keterlibatan dosen dalam membimbing PKM lebih ditingkatkan sehingga  mahasiswanya akan menjadi semakin aktif. Disamping itu dalam PKM juga banyak sekali persyaratan yang harus diikuti, jadi harus disiapkan juga dari sisi pembimbing, dan kami berharap  lebih ke tingkat Nasional.

Oleh karena itu, Rektor selalu berusaha memberikan dukungan sepenuhnya untuk program kreativitas mahasiswa ini diberikan pendampingan setiap hari, dengan dosen pendamping  yang sudah mumpuni semua baik dari kualifikasi dosennya maupun  hibah yang mereka sudah raih walaupun sebenarnya belum mencapai puncaknya tapi ini rintisan untuk mengarah ke sana.

“Dari saya pun mengharapkan mahasiswa itu jangan berkutik dalam kegiatan yang non akademik saja , tapi sekarang sudah ke arah akademik sifatnya ada tiga program yang kita raih yaitu kegiatan pendidikan penelitian dan pengabdian,” harapnya.

Sementara itu Kepala LPPKM Dr. Rohana, M.Pd., CIQnR mengatakan para dosen harus memahami betul segala sesuatu yang diatur dalam panduan PKM, termasuk di dalamnya sistematika PKM, syarat-syarat administrasi, format, kemudian juga mampu mendorong mahasiswa menemukan ide-ide kreatif dan menuangkannya dalam proposal PKM.

Dosennya juga diharapkan mendampingi dalam penyusunan proposal PKM, sampai proposal itu bisa diupload supaya  resiko salah administrasi itu cenderung kecil.

Lebih lanjut Rohana mengatakan kegiatan workshop ini diadakan untuk meningkatkan motivasi dan semangat yang tinggi bagi Mahasiswa di lingkungan Universitas PGRI Palembang dalam mengikuti program kreativitas mahasiswa Kemdikbudristek dengan cara menyeleksi dan melakukan pendampingan proposal PKM yang layak dikirim ke laman Simbelmawa serta menghasilkan proposal PKM yang berkualitas.

“Keuntungan dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas PKM secara tidak langsung akan memberi dampak pada akreditasi Perguruan Tinggi

juga peringkat kemahasiswaan di ristek dikti,” pungkasnya.

Seperti diketahui sejak diluncurkannya, PKM UPGRIP memperoleh respon positif, baik di kalangan mahasiswa maupun Pimpinan Perguruan Tinggi. Hal ini tercermin dari bertambah banyaknya jumlah Perguruan Tinggi yang berpartisipasi dan proposal yang diunggah mahasiswa.

PKM merupakan suatu program yang bertujuan untuk memfasilitasi potensi mahasiswa untuk mengkaji, mengembangkan dan menerapkan keilmuan yang dipelajari selama kuliah untuk masyarakat luas.

Universitas PGRI Palembang  melalui bidang kemahasiswaan dalam tiga tahun terakhir telah mendorong dan memacu peningkatan kuantitas dan kualitas PKM., telah berada pada klaster ke tiga artinya jumlah proposal PKM maksimal yang boleh diusulkan sebanyak 125 proposal untuk PKM 8 bidang, 15 proposal untuk PKM-AI, 15 proposal untuk PKM-GFT. Jadi maksimal proposal yang dapat diajukan berjumlah 155 proposal.

Klaster perguruan tinggi ini akan diumumkan setiap tahunnya menjelang pengusulan PKM dimana perubahan klaster ini ditentukan berdasarkan rangking perguruan tinggi bidang kemahasiswaan dan rekam jejak pengusulan PKM di tahun-tahun sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button