Pendidikan

Dosen Seni Pertunjukan UPGRIP Raih Hibah PISN Kemdiktisaintek 2026, Buktikan Seni dan Teknologi Bisa Berkolaborasi

×

Dosen Seni Pertunjukan UPGRIP Raih Hibah PISN Kemdiktisaintek 2026, Buktikan Seni dan Teknologi Bisa Berkolaborasi

Sebarkan artikel ini
(Foto bersama pada momen Pengabdian kepada Masyarakat)

SumselMedia.Com, Palembang-

Tim dosen Program Studi Seni Pertunjukan Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan meraih hibah Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Hibah tersebut diperoleh melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertajuk “Pemanfaatan Aplikasi Digital ScoreCreator dan ScoreCloud sebagai Inovasi Objektivitas Pengukuran Intonasi Vokalis Berbasis Transposisi TTIE (Transfer, Translation, Imitate, Evaluation) pada LKP Sahwahita Asha Baturaja.”

Keberhasilan ini menjadi salah satu bukti komitmen UPGRIP dalam mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya berbasis keilmuan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mengikuti perkembangan teknologi.

Tim PkM tersebut diketuai Dr. A. Heryanto, S.Psd., M.Sn., dengan anggota Auzy Madona, M.Sn. dan Dr. Nugroho Notosutanto Arhon Dhony, S.Pd., M.Sn. Program ini turut melibatkan tiga mahasiswa, yakni Yeni Anggraini, Dian Fadilah Ulfa, dan Nicho Apriliano Pratama.

Melalui program ini, tim dosen Seni Pertunjukan UPGRIP menghadirkan pendekatan baru dalam proses pembelajaran vokal, khususnya dalam mengukur ketepatan nada dan intonasi vokalis. Selama ini, penilaian kemampuan intonasi vokal masih banyak dilakukan berdasarkan persepsi pendengar atau instruktur sehingga berpotensi bersifat subjektif.

(Suasana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat)

Teknologi digital kemudian dimanfaatkan untuk menghadirkan proses pengukuran yang lebih sistematis dan objektif.

Ketua PkM, Dr. A. Heryanto, S.Psd., M.Sn., mengatakan aplikasi ScoreCreator dan ScoreCloud menjadi bagian penting dari inovasi yang diterapkan dalam program tersebut.

“Pemanfaatan aplikasi ScoreCreator dan ScoreCloud menjadi salah satu inovasi utama dalam program ini. Kedua aplikasi tersebut dimanfaatkan untuk membantu proses pembelajaran, transposisi, serta analisis nada secara lebih sistematis sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar vokal yang lebih terukur,” ujar Dr. A. Heryanto.

Program tersebut dilaksanakan bersama LKP Sahwahita Asha Baturaja sebagai mitra. Lembaga tersebut dipilih karena memiliki aktivitas pembelajaran seni vokal yang dinilai potensial untuk dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program, kegiatan ini juga disertai dengan penyerahan alat bantu pembelajaran dan pendukung praktik vokal kepada LKP Sahwahita Asha Baturaja. Penyerahan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan proses pembelajaran serta membantu instruktur dan peserta didik dalam menerapkan metode dan teknologi yang diperkenalkan melalui program PkM.

(Suasana Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat)

Melalui kolaborasi ini, tim dosen UPGRIP tidak hanya memberikan pendampingan dalam penggunaan aplikasi digital, tetapi juga mendorong instruktur dan peserta didik memahami konsep pembelajaran intonasi vokal melalui pendekatan Transposisi TTIE (Transfer, Translation, Imitate, Evaluation).

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat proses pembelajaran vokal menjadi lebih mudah dipahami, terukur, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.

Bagi UPGRIP, keberhasilan memperoleh hibah PISN Kemdiktisaintek 2026 juga menjadi bagian dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghubungkan kompetensi akademik dosen dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Program ini sekaligus memperlihatkan keunggulan UPGRIP sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis inovasi. Kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam program tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diarahkan untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung di masyarakat.

Di bidang seni pertunjukan, inovasi tersebut menjadi penting karena perkembangan teknologi membuka peluang baru dalam proses penciptaan, pembelajaran, pengukuran, hingga evaluasi kemampuan seni.

(Momen foto bersama pada acara Pengabdian kepada Masyarakat)

Seni vokal yang selama ini identik dengan proses latihan dan penilaian secara langsung kini dapat diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digital sehingga peserta didik memiliki gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan intonasi mereka.

Kolaborasi dengan LKP Sahwahita Asha Baturaja diharapkan dapat menghasilkan model pembelajaran vokal yang aplikatif dan berkelanjutan. Hasil program juga berpotensi menjadi referensi bagi lembaga pendidikan nonformal, komunitas seni, maupun institusi lain yang ingin mengembangkan pembelajaran seni vokal berbasis teknologi.

Capaian ini semakin memperkuat kiprah Program Studi Seni Pertunjukan UPGRIP dalam mengembangkan pendidikan seni yang kreatif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Dengan diraihnya hibah PISN Kemdiktisaintek 2026, tim dosen Seni Pertunjukan UPGRIP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang menggabungkan kekuatan seni, pendidikan, dan teknologi.

Melalui karya dan inovasi dosennya, UPGRIP terus membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat hadir bukan hanya untuk mencetak lulusan, tetapi juga melahirkan gagasan, teknologi, dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.