Pendidikan

Mahasiswa Pendidikan Masyarakat FKIP UNSRI Belajar Penerapan Keselamatan Kerja Melalui Program Magang di PT AITI Mitra Utama

×

Mahasiswa Pendidikan Masyarakat FKIP UNSRI Belajar Penerapan Keselamatan Kerja Melalui Program Magang di PT AITI Mitra Utama

Sebarkan artikel ini
(Suasana magang di PT AITI Mitra Utama)

SumselMedia.Com, Muara Enim-

Kegiatan magang menjadi salah satu bentuk pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman secara langsung di dunia kerja. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai lingkungan kerja, tetapi juga dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata.

Hal tersebut dilakukan oleh Faza, salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui pelaksanaan magang di PT AITI Mitra Utama (AMU).

Kegiatan magang dilaksanakan pada bagian Safety, Health, and Environment (SHE) yang memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan memperhatikan aspek lingkungan. Selama mengikuti kegiatan magang, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung berbagai aktivitas yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan. Dan salah satu kegiatan yang diikuti adalah safety talk.

“Melalui kegiatan safety talk saya menjadi tahu bahwa berkomunikasi merupakan sarana yang sangat penting di area pertambangan,” ujar Faza, Mahasiswa Pendidikan Masyarakat FKIP UNSRI, Selasa (06/7/2026).

Melalui safety talk, berbagai informasi dan pengingat mengenai potensi bahaya, penggunaan alat pelindung diri, kedisiplinan dalam bekerja, serta tindakan pencegahan kecelakaan dapat disampaikan kepada pekerja sebelum melaksanakan aktivitas.

Selain mengikuti safety talk, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan observasi keselamatan di lingkungan kerja. Kegiatan observasi memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana penerapan aturan keselamatan dilakukan oleh pekerja. Mahasiswa juga dapat memahami bahwa keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan peraturan tertulis, tetapi membutuhkan kesadaran, komunikasi, kedisiplinan, dan kebiasaan yang diterapkan secara konsisten.

Dalam beberapa kegiatan, mahasiswa turut mengikuti aktivitas yang berkaitan dengan pengawasan kondisi lingkungan kerja, penggunaan fasilitas keselamatan, serta penyampaian informasi kepada pekerja. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa bagian SHE tidak hanya berperan dalam melakukan pengawasan, tetapi juga memiliki fungsi edukatif dalam membangun kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.

Bagi mahasiswa Pendidikan Masyarakat, pengalaman tersebut memiliki keterkaitan dengan bidang keilmuan yang dipelajari selama perkuliahan. Pendidikan Masyarakat tidak hanya dilaksanakan dalam lingkungan pendidikan formal, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan masyarakat dan dunia kerja. Pekerja sebagai orang dewasa merupakan bagian dari sasaran pembelajaran yang membutuhkan informasi, pengetahuan, dan keterampilan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan secara aman dan efektif.

Kegiatan edukasi dan komunikasi yang dilakukan oleh bagian SHE juga memberikan gambaran mengenai penerapan konsep pendidikan orang dewasa, komunikasi sosial, dan pendidikan sepanjang hayat. Pekerja memperoleh pengetahuan melalui proses komunikasi yang dilakukan secara langsung dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan keselamatan kerja dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang berlangsung dalam lingkungan kerja.

Melalui kegiatan magang di PT AITI Mitra Utama, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis mengenai keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi juga mengembangkan berbagai kompetensi seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, melakukan observasi, bersikap disiplin, bertanggung jawab, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional.

Kegiatan magang ini juga memberikan pemahaman bahwa keberhasilan penerapan keselamatan kerja tidak hanya bergantung pada aturan dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada kesadaran setiap individu dalam menjalankan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, edukasi dan komunikasi keselamatan menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja.

Pengalaman yang diperoleh selama magang diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Sriwijaya untuk menghadapi dunia kerja sekaligus memahami bagaimana ilmu pendidikan dapat diterapkan di luar lingkungan sekolah. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat melihat secara langsung bahwa proses pendidikan dapat berlangsung di berbagai tempat, termasuk di lingkungan perusahaan, melalui kegiatan edukasi, komunikasi, pelatihan, dan peningkatan kesadaran pekerja.

Dengan adanya kegiatan magang ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan kontekstual. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan ilmu Pendidikan Masyarakat dalam kehidupan nyata serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pembentukan budaya keselamatan di lingkungan kerja.