PGRI

............

Ekobis

Natal dan Tahun Baru, Inflasi Sumsel Terjaga di Batas Sasaran Nasional

SumselMedia.Com, Palembang-

Inflasi Provinsi Sumatera Selatan tetap terjaga pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pada Desember 2025, inflasi Sumsel tercatat sebesar 0,49 persen (month to month/mtm) sementara secara tahunan berada di level 2,91 persen (year on year/yoy) atau masih dalam batas sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

Capaian tersebut relatif sejalan dengan inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,92 persen (yoy), menandakan stabilitas harga dan daya beli masyarakat Sumatera Selatan tetap terjaga sepanjang tahun 2025 meskipun terjadi peningkatan konsumsi pada periode libur akhir tahun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa kondisi inflasi yang terkendali ini merupakan hasil sinergi pengendalian inflasi yang terus diperkuat antara Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Inflasi Sumatera Selatan tetap terjaga meskipun konsumsi masyarakat meningkat pada periode Natal dan Tahun Baru. Ini menunjukkan pasokan terjaga dan pengendalian inflasi berjalan efektif,” ujar Bambang, Selasa (7/6/1/2026).

Inflasi Sumatera Selatan pada Desember 2025 terutama didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas strategis. Komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi antara lain emas perhiasan sebesar 0,09 persen (mtm), bawang merah 0,07 persen (mtm), daging ayam ras 0,07 persen, cabai rawit 0,06 persen, serta cabai merah 0,05 persen.

Kenaikan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven) di tengah dinamika ekonomi global. Sementara itu, kenaikan harga daging ayam ras didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode HBKN Natal dan Tahun Baru. Adapun tekanan harga pada komoditas hortikultura, seperti bawang merah dan aneka cabai, dipicu oleh terbatasnya pasokan dari daerah sentra akibat gangguan cuaca.

Ke depan, inflasi Sumatera Selatan diprakirakan tetap terkendali meskipun terdapat sejumlah faktor risiko yang perlu diantisipasi, seperti meningkatnya konsumsi masyarakat pada perayaan Tahun Baru Imlek dan Isra Mi’raj, serta potensi gangguan pasokan pangan seiring curah hujan yang masih tinggi hingga Februari 2026.

Namun demikian, laju inflasi diperkirakan akan tertahan oleh normalisasi permintaan barang dan jasa pasca puncak konsumsi libur akhir tahun, serta penurunan harga BBM non-subsidi di awal Januari 2026.

Dalam menjaga stabilitas harga, TPID Sumatera Selatan terus memperkuat koordinasi dan sinergi melalui strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Hingga akhir Desember 2025, tercatat sekitar 542 operasi pasar murah dan gerakan pangan murah telah dilaksanakan di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

TPID Sumsel juga memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog terkait pendistribusian beras SPHP, serta penyaluran komoditas pangan melalui Toko KePo (Kebutuhan Pokok), Rumah Pangan Kita (RPK), dan Toko Penyeimbang milik Perumda Pasar Palembang Jaya. Selain itu, TPID secara rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, distributor, dan produsen guna memastikan harga sesuai HET serta ketersediaan stok tetap mencukupi.

Untuk memperkuat ketahanan pangan, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) 2025 terus digencarkan melalui berbagai program, antara lain GSMP Menyapa Lingkungan Desa (Menyala), GSMP Goes to Panti Sosial, serta GSMP Goes to Office yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sumatera Selatan. Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia bersama TPID Sumsel memberikan dukungan berupa bibit, benih, serta sarana dan prasarana budidaya, sekaligus penguatan kapasitas kelompok wanita tani dan rumah tangga melalui kegiatan capacity building di sejumlah wilayah.

Dalam mendukung kelancaran distribusi pangan, TPID Sumsel juga memberikan subsidi harga dan ongkos angkut, termasuk untuk distribusi beras SPHP dalam kegiatan operasi pasar murah di Kota Palembang. Seluruh langkah tersebut diperkuat dengan strategi komunikasi yang efektif melalui rapat koordinasi dan high level meeting lintas pemangku kepentingan.

Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengendalian inflasi, TPID Provinsi Sumatera Selatan dan TPID Kota Palembang menerima penghargaan dari Presiden RI sebagai TPID Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera Tahun 2025.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Back to top button