PGRI

............

Pendidikan

Rektor UPGRIP Didaulat Menyampaikan Best Practice pada Rapat Kerja Nasional BPLP PGRI dan YPLP PGRI Pusat

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas PGRI Palembang (UPGRI) kembali menunjukkan kiprah strategisnya di tingkat nasional melalui kehadiran Rektor UPGRI, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si, sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP) dan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Pusat. Partisipasi tersebut menjadi momentum penting bagi UPGRI untuk berbagi pengalaman sekaligus menegaskan komitmennya dalam penguatan mutu dan tata kelola perguruan tinggi yang berkelanjutan.

Dalam forum nasional tersebut, Rektor UPGRI memaparkan berbagai praktik terbaik (best practice) pengelolaan perguruan tinggi yang telah dijalankan secara sistematis dan terukur. Paparan tersebut menggambarkan arah pengembangan institusi yang berorientasi pada daya saing, relevansi lulusan, serta keberlanjutan mutu akademik dan kelembagaan. Menurutnya, perguruan tinggi swasta saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari persaingan antarperguruan tinggi, tuntutan akuntabilitas publik, perubahan regulasi, hingga percepatan digitalisasi pendidikan.

(Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si)

Dalam pandangan Rektor, kunci utama menjawab tantangan tersebut terletak pada penerapan prinsip tata kelola yang baik atau Good University Governance yang mencakup transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan dalam seluruh aspek pengelolaan institusi. Ia menegaskan bahwa tata kelola yang profesional dan terbuka akan membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan reputasi perguruan tinggi. “Perguruan tinggi harus dikelola secara profesional dan transparan. Ketika tata kelola dijalankan secara konsisten, maka kepercayaan publik akan tumbuh dan kualitas institusi meningkat secara berkelanjutan,” ujar Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si.

Transformasi UPGRI dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi kelembagaan maupun akademik. Peningkatan jumlah fakultas dan program studi, perolehan status unggul pada sejumlah program studi, serta penguatan fasilitas pembelajaran modern menjadi indikator nyata bahwa penguatan mutu tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan melalui langkah-langkah konkret dan terukur. Perubahan tersebut selaras dengan visi UPGRI untuk menjadi universitas unggul, berdaya saing, dan berkarakter dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis mutu.

Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama dalam strategi pengembangan institusi. UPGRI secara berkelanjutan mendorong dosen untuk meningkatkan kualifikasi akademik hingga jenjang doktoral, mempercepat jabatan fungsional, serta memberikan berbagai bentuk dukungan pendidikan dan pelatihan profesional bagi tenaga kependidikan. Rektor menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas insan akademik di dalamnya. “Mutu perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari mutu dosen dan tenaga kependidikan. Investasi pada pengembangan sumber daya manusia merupakan langkah fundamental untuk menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan tinggi,” tegasnya.

(Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si)

Di bidang akademik, UPGRI mengembangkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang menitikberatkan pada profil lulusan dan kebutuhan dunia kerja, disertai penerapan pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus. Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) turut memperkuat pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai sektor. Beragam capaian institusi di bidang penelitian, kemahasiswaan, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kelembagaan menjadi bukti konkret konsistensi strategi tersebut.

Seiring perkembangan teknologi, UPGRI juga mengakselerasi transformasi digital melalui integrasi sistem informasi akademik, penguatan infrastruktur jaringan, serta pemanfaatan Learning Management System sebagai pusat pembelajaran. Langkah ini merupakan bagian dari visi menuju Cyber University, di mana teknologi dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan efektivitas layanan dan kualitas pembelajaran. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menegaskan bahwa digitalisasi harus dimaknai sebagai strategi peningkatan mutu, bukan sekadar modernisasi perangkat. “Digitalisasi adalah keniscayaan dalam dunia pendidikan tinggi. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan secara bijak untuk memperkuat mutu layanan, efektivitas pembelajaran, dan aksesibilitas pendidikan bagi seluruh sivitas akademika,” ungkapnya.

Melalui partisipasi dalam Rakernas BPLP dan YPLP PGRI Pusat, UPGRI tidak hanya menampilkan capaian institusi, tetapi juga berkontribusi dalam pertukaran gagasan dan praktik baik di lingkungan perguruan tinggi PGRI secara nasional. Komitmen terhadap tata kelola yang baik, penguatan sumber daya manusia, inovasi kurikulum, serta transformasi digital menjadi fondasi utama UPGRI dalam menatap masa depan pendidikan tinggi yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.

Back to top button