UPGRIP Kenalkan Permainan Tradisional di TK Negeri Pembina 2
SumselMedia.Com, Palembang-
Tim Dosen PG PAUD Universitas PGRI Palembang melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di TK Negeri Pembina 2 Palembang dengan mengenalkan permainan tradisional sebagai metode pembelajaran bagi anak usia dini. Kegiatan yang digelar pada Senin, 1 Desember 2025 ini menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya Indonesia sejak dini.
Ketua PkM, Santa Idayana Sinaga, menjelaskan bahwa permainan tradisional memiliki nilai edukatif dan budaya yang sangat penting bagi perkembangan anak. Ia menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, permainan tradisional dapat menjadi alternatif pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga sarat manfaat.
“Anak-anak tumbuh di era digital. Melalui permainan tradisional seperti congklak, bekel, dan lompat tali, kami ingin memperkenalkan kembali identitas budaya bangsa. Permainan ini mampu mengasah kerja sama, ketelitian, kemampuan motorik, serta memberi pemahaman tentang makna budaya yang diwariskan leluhur,” ujar Santa Idayana Sinaga.

Pelaksanaan PkM ini diawali dengan pelatihan bagi guru mengenai ragam permainan tradisional dan cara mengintegrasikannya dalam pembelajaran. Tim juga mengadakan workshop untuk orang tua, sehingga mereka dapat turut mendampingi anak mengenal permainan tradisional di rumah. Setiap minggu, anak-anak diajak bermain di luar kelas, sementara guru memberikan penjelasan mengenai sejarah dan nilai budaya di balik permainan tersebut.
Program ini disambut sangat positif oleh orang tua dan masyarakat sekitar. Banyak orang tua mengungkapkan bahwa anak-anak mereka menjadi lebih antusias bercerita tentang permainan tradisional dan ingin mempraktikkannya kembali di rumah. Hal tersebut menjadi tanda bahwa program ini telah memberikan dampak positif dalam memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Santa Idayana Sinaga berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya. “Melestarikan budaya dapat dimulai dari hal sederhana. Mengajak anak bermain congklak saja sudah berarti menjaga warisan bangsa. Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan semakin luas penerapannya,” tutupnya.
Kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari Melinda Puspita Sari Jaya, M.Pd; Fatma Rizki Intan, M.Pd; Padilah, M.Pd; Dessi Andriani, M.Pd; Tuti Firdayani, M.Pd; Rahmah Novianti, M.Si; dan Mardiana Sari, M.Pd. Program ini menjadi salah satu kontribusi UPGRI Palembang dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya bagi anak usia dini.


