SumselMedia.Com, Palembang-
Semangat kemerdekaan menjadi momentum Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) untuk terus melaju meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, UPGRIP menegaskan sejumlah capaian akademik dan pengembangan institusi yang menjadi bagian dari komitmen mencetak sumber daya manusia unggul.
Hal tersebut disampaikan Rektor UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si, usai memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pelataran Fakultas Kedokteran UPGRIP, Senin (17/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bukman mengungkapkan salah satu capaian yang membanggakan adalah posisi UPGRIP yang disebut berada di peringkat pertama SINTA di kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Capaian tersebut mencakup kinerja dan kontribusi sivitas akademika melalui karya dosen, karya ilmiah hingga kontribusi mahasiswa.
“UPGRIP peringkat satu dalam SINTA, mulai dari karya dosennya, karya ilmiahnya, mahasiswanya dan lain sebagainya di level Sumbagsel, empat provinsi dengan 107 perguruan tinggi,” ujar Bukman.
Menurutnya, capaian tersebut tidak datang secara instan. Hal itu merupakan buah dari berbagai inovasi yang terus dilakukan UPGRIP dalam mengembangkan perguruan tinggi, termasuk memperkuat program akademik dan sumber daya manusia.
Perkembangan UPGRIP juga terlihat dari bertambahnya jumlah program studi. Enam tahun lalu, UPGRIP tercatat memiliki 23 program studi. Kini jumlah tersebut telah berkembang menjadi 38 program studi dan akan terus dikembangkan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.

“Hal ini tak lain adalah semakin inovasi yang dilakukan UPGRIP dalam mengembangkan perguruan tinggi. Bahkan enam tahun lalu hanya memiliki 23 program studi, saat ini sudah memiliki 38 program studi dan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan,” jelasnya.
135 Dosen UPGRIP Bergelar Doktor
Selain pertumbuhan program studi, penguatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi salah satu keunggulan UPGRIP.
Dari total 308 dosen, saat ini sebanyak 135 dosen telah memiliki jenjang pendidikan doktor. Menurut Bukman, pencapaian tersebut menunjukkan keseriusan UPGRIP dalam membangun kualitas akademik melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
“Capaian tak kalah luar biasa bahwa UPGRIP saat ini telah memiliki 135 dosen yang telah memiliki jenjang pendidikan doktor dari 308, artinya lebih dari 30 persen dosen di UPGRIP,” katanya.
Bukman menilai, penguatan jumlah dosen bergelar doktor tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan UPGRIP menghadapi tuntutan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
Ia juga mengaitkan capaian tersebut dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional yang tengah dibahas DPR RI, khususnya terkait kualifikasi dosen di perguruan tinggi.
“Hal ini selaras dengan RUU Sistem Pendidikan Nasional yang sedang dibahas oleh DPR RI tentang aturan dosen di perguruan tinggi minimal doktor. UPGRIP terlebih dahulu sudah menerapkannya,” tegasnya.

Dari 23 Menjadi 38 Program Studi
Transformasi UPGRIP dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti bahwa perguruan tinggi terus bergerak mengikuti perubahan zaman.
Pertumbuhan jumlah program studi dari 23 menjadi 38 tidak hanya menunjukkan ekspansi akademik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi UPGRIP dalam menyediakan pilihan pendidikan yang semakin beragam bagi masyarakat.
Rektor menegaskan, pengembangan tersebut akan terus dilakukan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang semakin kuat, UPGRIP optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas kontribusinya bagi pembangunan sumber daya manusia di Sumatera Selatan dan Indonesia.
Civitas Akademika Harus Adaptif Hadapi AI
Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Bukman juga mengingatkan seluruh civitas akademika UPGRIP agar menjaga semangat kebersamaan dan solidaritas.
Menurutnya, tantangan perguruan tinggi saat ini tidak hanya berkaitan dengan persaingan akademik, tetapi juga perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, termasuk Artificial Intelligence (AI).
Karena itu, civitas akademika UPGRIP dituntut terus belajar, berinovasi dan beradaptasi agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pendidikan.
“Dalam momentum HUT RI ke-81 ini, saya berpesan agar civitas akademika UPGRIP menjaga semangat dan solidaritas untuk terus adaptif. Terlebih perkembangan Artificial Intelligence yang semakin cepat sehingga harus terus berkembang dalam rangka membangun negeri melalui kecerdasan anak-anak didik,” tuturnya.

Rangkaian Lomba Meriahkan HUT RI
Sementara itu, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan UPGRIP telah berlangsung sejak sebelumnya dengan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan civitas akademika.
Ketua Pelaksana HUT RI ke-81 UPGRIP Dr. Hetilaniar, M.Pd mengatakan, berbagai perlombaan tersebut digelar bukan sekadar untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan solidaritas keluarga besar UPGRIP.
“Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan dan solidaritas seluruh civitas akademika UPGRIP. Semangat kemerdekaan kita hadirkan melalui kegiatan yang positif dan menyenangkan,” ujarnya.
Antusiasme peserta dalam mengikuti berbagai perlombaan, lanjutnya, menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat di lingkungan UPGRIP.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian mencapai puncaknya melalui Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026).
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar sebelumnya.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan HUT RI ke-81 di lingkungan UPGRIP.
Melalui semangat kemerdekaan, UPGRIP terus menegaskan komitmennya untuk melaju menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif dan inovatif, dengan memperkuat kualitas program studi, sumber daya manusia serta kemampuan menghadapi perkembangan teknologi.
Dengan capaian peringkat pertama SINTA di level Sumbagsel, 38 program studi dan 135 dosen bergelar doktor, UPGRIP menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kerja nyata dalam membangun pendidikan dan mencetak generasi unggul untuk Indonesia.













