Pendidikan

PKM Berkelas Nasional! UPGRIP Gandeng Universitas Lampung dan Universitas Bengkulu, Latih 50 Guru dari Lima SMP di Kecamatan Pangkalan Lampam Menulis Artikel Ilmiah Berbasis AI

×

PKM Berkelas Nasional! UPGRIP Gandeng Universitas Lampung dan Universitas Bengkulu, Latih 50 Guru dari Lima SMP di Kecamatan Pangkalan Lampam Menulis Artikel Ilmiah Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
(Tangkapan layar suasana PkM dosen Pascasarjana UPGRIP)

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berskala kolaboratif nasional. Kali ini, Program Pascasarjana UPGRIP menggandeng akademisi dari Universitas Lampung dan Universitas Bengkulu untuk memberikan pelatihan penulisan artikel ilmiah berbasis Artificial Intelligence (AI) kepada guru-guru dari lima SMP Negeri di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (3/11/2026).

Mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Profesional Guru di SMP Negeri Pangkalan Lampam dalam Penyusunan Artikel Ilmiah Berbasis AI”, kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital melalui kolaborasi lintas institusi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Keistimewaan kegiatan ini terletak pada keterlibatan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas PGRI Palembang sebagai penyelenggara utama, Universitas Lampung, dan Universitas Bengkulu. Kolaborasi tersebut menghadirkan para akademisi dengan kompetensi beragam untuk memberikan penguatan pengetahuan, keterampilan penelitian, pemanfaatan teknologi AI, hingga praktik penyusunan artikel ilmiah yang diarahkan menuju publikasi pada jurnal nasional.

Direktur Program Pascasarjana UPGRIP, Dr. Reva Maria Valianti, S.E., M.Pd., M.M., mengatakan bahwa kegiatan PKM ini merupakan bentuk komitmen UPGRIP dalam menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam pengembangan kompetensi profesional guru.

“Kami ingin kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi para guru. Melalui kolaborasi bersama Universitas Lampung dan Universitas Bengkulu, kami menghadirkan penguatan keilmuan sekaligus pendampingan praktis agar guru mampu menyusun artikel ilmiah yang berkualitas dan berpeluang dipublikasikan pada jurnal nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi Artificial Intelligence harus menjadi peluang bagi guru untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan akademik. Namun, pemanfaatannya harus tetap mengedepankan etika, orisinalitas, validitas data, serta tanggung jawab ilmiah.

“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, para guru tidak hanya memahami cara menggunakan AI, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah dari pengalaman dan permasalahan nyata dalam pembelajaran. Inilah salah satu bentuk kontribusi UPGRIP dalam mendorong lahirnya guru yang inovatif, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tambahnya.

Menurut Reva, guru juga perlu mengembangkan budaya akademik melalui penelitian dan publikasi ilmiah. Pengalaman serta berbagai persoalan yang ditemukan dalam proses pembelajaran dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan penelitian yang inovatif dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

Sambutan berikutnya disampaikan Adi Irwandi, S.Pd., M.Si., Kepala SMP Negeri 1 Pangkalan Lampam, yang mewakili lima kepala sekolah peserta. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas PGRI Palembang, khususnya Program Pascasarjana, atas inisiatif dan komitmennya memberikan pendampingan peningkatan kompetensi profesional guru.

(Tangkapan layar suasana kegiatan melalui daring)

Menurutnya, pelatihan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan tenaga pendidik saat ini, terutama dalam mengembangkan kemampuan menulis artikel ilmiah dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara tepat dan bertanggung jawab.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang yang telah memberikan kesempatan kepada para guru di Pangkalan Lampam untuk mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan dan keterampilan guru, khususnya dalam menyusun artikel ilmiah dengan memanfaatkan teknologi AI,” ungkapnya.

Adi berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi para guru agar lebih produktif menulis, mendokumentasikan praktik baik pembelajaran, serta memublikasikan hasil pemikiran dan pengalaman profesionalnya. Ia juga berharap kerja sama melalui penandatanganan MoA dan IA dapat terus berlanjut dalam berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas guru dan pendidikan di Kecamatan Pangkalan Lampam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan kelembagaan melalui materi Promosi Universitas PGRI Palembang dan Program Pascasarjana yang disampaikan Dr. Riswan Aradea, M.M. Materi ini memperkenalkan profil kelembagaan, keunggulan akademik, program pendidikan, serta peluang pengembangan kompetensi dan studi lanjut bagi para guru.

Kekuatan kolaborasi nasional semakin terlihat melalui kehadiran Dr. Rendy Wikrama Wardana, M.Pd., dari Universitas Bengkulu. Ia membawakan materi Pengenalan Generative AI untuk Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan perkembangan teknologi Artificial Intelligence, pemanfaatan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity, teknik menyusun prompt yang efektif, serta peluang dan keterbatasan AI dalam mendukung pekerjaan akademik.

Guru mendapatkan pemahaman bahwa teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai asisten akademik untuk mengeksplorasi gagasan, mengembangkan kerangka tulisan, dan membantu proses penulisan. Namun, penggunaannya harus tetap disertai kemampuan berpikir kritis, pemeriksaan fakta, serta tanggung jawab penulis dalam memastikan kebenaran informasi.

Dari Universitas Lampung, Dr. Karyadi Hidayat, M.Pd., hadir membawakan materi Integrasi Artificial Intelligence dalam Penyusunan Pendahuluan, Kajian Pustaka, Metodologi, Analisis Data, Hasil, Pembahasan, dan Penulisan Artikel Ilmiah Guru.

Materi ini menjadi bagian penting dalam pelatihan karena membahas pemanfaatan AI secara terintegrasi pada seluruh struktur artikel ilmiah. Peserta memperoleh pemahaman mengenai penyusunan latar belakang, pengembangan kajian pustaka, penentuan metodologi penelitian, pengolahan dan analisis data, penyajian hasil penelitian, pembahasan, hingga penyusunan kesimpulan dan abstrak.

(Tangkapan layar suasana kegiatan melalui daring)

Dengan demikian, guru tidak hanya memahami konsep penulisan ilmiah, tetapi juga mendapatkan gambaran praktis untuk menghasilkan artikel yang sistematis dan sesuai kaidah akademik.

Selain menggandeng akademisi dari luar institusi, UPGRIP juga memperkuat kegiatan melalui keterlibatan dosen-dosen Program Pascasarjana dengan bidang keahlian yang saling melengkapi.

Dr. Heri Setianto, M.Sc., menyampaikan materi Pengembangan Inovasi Pembelajaran dan Hilirisasi Hasil Penelitian Guru Berbasis AI. Pembahasan diarahkan pada pemanfaatan hasil penelitian untuk menghasilkan inovasi pembelajaran, pengembangan media dan model pembelajaran berbantuan teknologi, serta penerapan hasil penelitian dalam praktik pendidikan di sekolah.

Selanjutnya, Dr. Januardi, M.Si., membawakan materi Identifikasi Masalah dan Perumusan Ide Penelitian Berbasis Praktik Pembelajaran. Peserta dibimbing untuk mengenali persoalan nyata yang terjadi di kelas, menentukan topik penelitian, merumuskan judul dan rumusan masalah, serta menemukan kebaruan penelitian (novelty) berdasarkan kebutuhan pembelajaran.

Penguatan etika akademik diberikan Nova Pratiwi, M.Pd., melalui materi Etika Akademik, Sitasi, Anti-Plagiarisme, dan Validasi Konten AI. Materi mencakup etika pemanfaatan AI, verifikasi kebenaran informasi dan referensi, teknik parafrasa, penulisan sitasi menggunakan APA Style, pemanfaatan Turnitin, pencegahan fabrikasi data, serta tanggung jawab akademik penulis dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas.

Sementara itu, Dr. Neta Dian Lestari, S.Pd., M.M., membawakan materi Praktik Penyusunan, Penyuntingan, dan Publikasi Artikel pada Jurnal Ilmiah. Pada sesi ini, peserta diarahkan untuk mengembangkan draf artikel secara utuh, melakukan penyuntingan bahasa akademik, menyesuaikan tulisan dengan template jurnal, menentukan jurnal nasional yang relevan, serta memahami proses pengiriman artikel (submission) dan tindak lanjut hasil penilaian reviewer.

Rangkaian materi tersebut dirancang secara terintegrasi, mulai dari pengenalan kelembagaan, penguatan profesionalisme guru, pemanfaatan AI, identifikasi masalah penelitian, pengembangan inovasi, etika akademik, hingga praktik publikasi. Pendekatan ini menjadi keunggulan kegiatan PKM karena tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada pencapaian luaran yang dapat diukur.

Pelatihan diikuti guru-guru dari lima sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Pangkalan Lampam, SMP Negeri 2 Pangkalan Lampam, SMP Negeri 3 Pangkalan Lampam, SMP Negeri 4 Pangkalan Lampam, dan SMP Negeri 5 Pangkalan Lampam.

Selain pelatihan, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi kelembagaan serta penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Pascasarjana UPGRIP dan lima satuan pendidikan tersebut. Penandatanganan Implementation Agreement (IA) juga dilakukan oleh empat program studi, yakni Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Magister Manajemen Pendidikan, dan Magister Pedagogi.

(Suasana kegiatan PkM)

Penandatanganan kerja sama melibatkan lima perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), yaitu Adi Irwandi, S.Pd., M.Si., Kepala SMP Negeri 1 Pangkalan Lampam; April, S.Pd.I., M.Pd., Kepala SMP Negeri 2 Pangkalan Lampam; Meri, S.Pd.I., M.Pd., Kepala SMP Negeri 3 Pangkalan Lampam; Rahmadi, S.Pd., Kepala SMP Negeri 4 Pangkalan Lampam; serta Erwin Zubaidah, S.Pd., Kepala SMP Negeri 5 Pangkalan Lampam.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi landasan kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk pendampingan penulisan artikel ilmiah, pengembangan inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan budaya publikasi di lingkungan sekolah.

Salah satu keunggulan kegiatan PKM ini adalah orientasinya pada hasil nyata. Guru tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diarahkan menghasilkan draf artikel ilmiah berdasarkan permasalahan dan pengalaman pembelajaran di sekolah masing-masing.

Melalui pelatihan ini, guru ditargetkan mampu mengidentifikasi permasalahan pembelajaran sebagai ide penelitian, menggunakan ChatGPT dan Gemini secara tepat dan bertanggung jawab, menyusun artikel ilmiah secara individual maupun kolaboratif, serta mengelola sitasi dan daftar pustaka menggunakan Mendeley.

Luaran akhirnya adalah tersedianya minimal satu draf artikel ilmiah yang memenuhi standar awal penulisan akademik untuk dipersiapkan dan disubmit ke jurnal nasional.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Pascasarjana UPGRIP, yaitu Idha (NIM 20256014009), Eni Zuroidah (NIM 20256014003), dan Linda (NIM 20266014015). Keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk implementasi kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pendidikan.

Kolaborasi tiga perguruan tinggi ini menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi ruang sinergi akademik untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital. UPGRIP sebagai penyelenggara utama tidak hanya menghadirkan kompetensi dosen internal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan akademisi Universitas Lampung dan Universitas Bengkulu untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat pendidikan.

Melalui Program Pascasarjana dengan dukungan empat program studi magister, kompetensi para dosen, serta jejaring kemitraan lintas perguruan tinggi, UPGRIP terus memperkuat perannya dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Selatan.

Dari Pangkalan Lampam, kolaborasi akademik ini diharapkan melahirkan guru-guru yang semakin produktif meneliti, terampil menulis karya ilmiah, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan inovasi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.