SumselMedia.Com, Palembang-
Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Sumatera Selatan. Melalui Program Pascasarjana, UPGRIP menghadirkan pelatihan penulisan artikel ilmiah berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi guru SMP di Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (3/11/2026).
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Profesional Guru di SMP Negeri Pangkalan Lampam dalam Penyusunan Artikel Ilmiah Berbasis AI”. Program ini menjadi wujud nyata komitmen UPGRIP dalam mendorong peningkatan kompetensi profesional guru, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung budaya penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan sekolah.
Tidak sekadar memberikan pelatihan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi Program Pascasarjana UPGRIP dalam memperluas jejaring kemitraan dengan satuan pendidikan. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Pascasarjana UPGRIP dan lima sekolah, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 5 Pangkalan Lampam.
Selain itu, dilakukan penandatanganan Implementation Agreement (IA) oleh empat program studi di lingkungan Program Pascasarjana UPGRIP, yaitu Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Magister Manajemen Pendidikan, dan Magister Pedagogi.
Direktur Program Pascasarjana UPGRIP, Dr. Reva Maria Valianti, S.E., M.Pd., M.M., dalam sambutannya mengatakan bahwa peningkatan kompetensi profesional guru tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan melaksanakan pembelajaran di kelas. Guru juga perlu memiliki kemampuan melakukan penelitian, menghasilkan karya ilmiah, serta mengembangkan inovasi pendidikan berdasarkan pengalaman dan persoalan nyata yang ditemukan dalam proses pembelajaran.
“Guru perlu menjadikan berbagai pengalaman dan permasalahan nyata dalam proses pembelajaran di kelas sebagai sumber inspirasi penelitian. Dari sana, guru dapat menghasilkan gagasan, solusi, dan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan. Pemanfaatan teknologi AI juga diharapkan dapat membantu guru mengembangkan budaya akademik dan publikasi ilmiah secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi kecerdasan buatan merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan oleh tenaga pendidik untuk meningkatkan kapasitas profesional. Namun, penggunaannya harus tetap memperhatikan etika akademik, validitas informasi, orisinalitas gagasan, dan tanggung jawab ilmiah.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Pangkalan Lampam, Adi Irwandi, S.Pd., M.Si., yang mewakili lima sekolah peserta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Program Pascasarjana UPGRIP atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai pelatihan ini menjadi kesempatan berharga bagi para guru untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan kompetensi dalam menyusun artikel ilmiah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi AI.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang yang telah memberikan kesempatan kepada para guru di Pangkalan Lampam untuk mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan dan keterampilan guru, khususnya dalam menyusun artikel ilmiah dengan memanfaatkan teknologi AI,” ungkapnya.
Adi berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi para guru agar lebih produktif menulis, mendokumentasikan praktik baik pembelajaran, serta memublikasikan hasil pemikiran dan pengalaman profesionalnya. Ia juga berharap kerja sama melalui penandatanganan MoA dan IA dapat terus berlanjut dalam berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas guru dan pendidikan di Kecamatan Pangkalan Lampam.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari lingkungan akademisi UPGRIP serta perguruan tinggi mitra. Narasumber dari Program Pascasarjana UPGRIP antara lain Dr. Reva Maria Valianti, S.E., M.Pd., M.M.; Dr. Riswan Aradea, M.M.; Dr. Januardi, M.Si.; Dr. Neta Dian Lestari, S.Pd., M.M.; Dr. Heri Setianto, M.Sc.; serta Nova Pratiwi, M.Pd.

Kolaborasi akademik juga diperkuat dengan kehadiran Dr. Rendy Wikrama Wardana, M.Pd., dari Universitas Bengkulu dan Dr. Karyadi Hidayat, M.Pd., dari Universitas Lampung. Keterlibatan akademisi lintas perguruan tinggi tersebut memberikan nilai tambah melalui beragam perspektif keilmuan dan pengalaman akademik, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pendampingan praktis dalam menghasilkan karya ilmiah.
Materi pelatihan dirancang secara komprehensif melalui sembilan submateri. Pembahasan dimulai dari promosi Universitas PGRI Palembang dan Program Pascasarjana, penguatan kompetensi profesional guru dan budaya publikasi ilmiah, hingga pengenalan Generative AI untuk mendukung penulisan artikel ilmiah.
Peserta juga mendapatkan pendampingan mengenai identifikasi masalah dan perumusan ide penelitian, penelusuran literatur, penyusunan pendahuluan dan kajian pustaka, metodologi penelitian, analisis data, serta penulisan hasil dan pembahasan artikel ilmiah.
Materi lainnya mencakup pengembangan inovasi pembelajaran dan hilirisasi hasil penelitian guru berbasis AI, etika akademik, teknik sitasi, pencegahan plagiarisme, serta validasi informasi yang dihasilkan teknologi kecerdasan buatan.
Dalam sesi praktik, peserta diarahkan untuk memanfaatkan aplikasi seperti ChatGPT dan Gemini sebagai alat bantu dalam menyusun, mengembangkan, serta menyunting artikel ilmiah. Guru juga diperkenalkan pada pengelolaan referensi menggunakan aplikasi Mendeley sebagai bagian dari upaya memenuhi standar penulisan akademik.
Melalui pendekatan tersebut, AI tidak ditempatkan sebagai pengganti kemampuan berpikir dan tanggung jawab penulis, melainkan sebagai teknologi pendukung untuk meningkatkan efektivitas proses akademik. Validitas data, ketepatan referensi, orisinalitas gagasan, dan integritas ilmiah tetap menjadi prinsip utama dalam menghasilkan publikasi berkualitas.

Kegiatan ini diikuti guru dari lima SMP Negeri di Kecamatan Pangkalan Lampam, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 5 Pangkalan Lampam.
Penandatanganan MoA dan IA melibatkan para pimpinan kelompok kerja kepala sekolah (K3S) dari masing-masing satuan pendidikan, yaitu Adi Irwandi, S.Pd., M.Si., selaku Ketua K3S SMP Negeri 1 Pangkalan Lampam; April, S.Pd.I., M.Pd., Ketua K3S SMP Negeri 2; Meri, S.Pd.I., M.Pd., Ketua K3S SMP Negeri 3; Rahmadi, S.Pd., Ketua K3S SMP Negeri 4; serta Erwin Zubaidah, S.Pd., Ketua K3S SMP Negeri 5 Pangkalan Lampam.
Kemitraan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi berlanjut melalui pendampingan akademik, kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan inovasi pembelajaran, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Sebagai luaran kegiatan, para guru ditargetkan mampu mengidentifikasi permasalahan pembelajaran menjadi ide penelitian, menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab, mengelola referensi dengan Mendeley, serta menghasilkan minimal satu draf artikel ilmiah, baik secara individual maupun kolaboratif. Artikel yang dihasilkan selanjutnya diarahkan agar memenuhi standar penulisan akademik dan dipersiapkan untuk disubmit ke jurnal nasional.
Kegiatan PKM ini turut melibatkan mahasiswa Program Pascasarjana UPGRIP, yakni Idha (NIM 20256014009), Eni Zuroidah (NIM 20256014003), dan Linda (NIM 20266014015). Keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk implementasi kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, UPGRIP kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga aktif menghadirkan solusi dan pendampingan bagi masyarakat pendidikan. Didukung kompetensi akademisi, empat program studi magister, kolaborasi lintas perguruan tinggi, serta pemanfaatan teknologi digital, Program Pascasarjana UPGRIP terus membuka ruang pengembangan kapasitas profesional guru.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini didanai melalui Dana Hibah Internal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Palembang Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan institusi terhadap pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat peran UPGRIP dalam mendorong lahirnya pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, produktif menghasilkan karya ilmiah, dan mampu menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.













