PGRI

............

holiday angkasa wisata
Pendidikan

Dorong Kualitas Penelitian Dosen, FKIP UPGRIP Gelar Researcher Coaching

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Guna mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dosen dalam melakukan penelitian dan pengembangan, pihak FKIP Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) menggelar Researcher Coaching Metodologi dan Pengembangan Data Statistik Penelitian bagi para dosen di Aula H. Ali Latief, Univeritas PGRI Palembang.

Acara yang dibuka oleh Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si.,CIQaR ini dihadiri oleh Dekan FKIP Assoc. Prof. Dr Dessy Wardiah M.Pd, CiQaR, Wakil Dekan I Pathricia H.M. Lubis, P.hD., Wakil Dekan II Liza Murnivianty, M.Pd., Wakil Dekan III Dr. Muhammad Idris, M.Pd., Kepala GPM FKIP Eni Heldayani, M.Sc., narasumber atau pemateri dosen UPGRIP yaitu Dr. Destiniar, M Pd, dan Dr. Nyiayu Fahriza Fuadiah M.Pd, para peserta yang terdiri dari dosen dilingkungan FKIP UPGRIP.

Rektor Universitas PGRI Palembang, Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si.,CIQaR dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan pendampingan bagi para dosen di lingkungan Univeritas PGRI Palembang, khususnya FKIP.

(Suasana peserta saat mengikuti pelatihan)

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang materi penyusunan statistik karya ilmiah, karena hal ini perlu dipahami oleh para dosen agar penelitian tugas akhir berbeda uji statistik,” ujarnya.

Lanjutnya, diharapkan melalui acara ini tidak hanya pemahaman dosen yang bertambah, dari sisi kualitas penelitian dosen dan karya penelitian maupun jurnal. Kedepan harus bisa kembangkan lagi karya ilmiah harus sudah dipublis dalam sebuah jurnal. “Semua karya ilmiah mahasiswa harus bisa dikemas dalam bentuk jurnal,” harap dia.

Senada dengan itu dikatakan Dekan FKIP UPGRIP Assoc. Prof. Dr Dessy Wardiah M.Pd, CiQaR bahwa kegiatan Researcher Coaching tentang Metodologi dan Data Statistik peneliti ini diperuntukkan bagi para dosen FKIP sebagai peneliti. Ia melihat perkembangan penelitian dan metode penelitian saat ini terus berkembang ketika akan menganalisis data.

Menurut Dessy, sebelumnya analisa data dilakukan secara sederhana lewat SPSS dan lain-lain, tapi sekarang ini sudah level Madya artinya penelitian dan karya ilmiah dosen dan mahasiswa telah diakui secara Nasional bahkan Internasional. Oleh karena itu berbagai perkembangan aplikasi harus kita ikuti perkembangannya.

“Jika dosen tidak berusaha untuk mengembangkan kemampuan dan kualitas di bidang penelitian bagaimana dia bisa mendampingi mahasiswanya untuk meneliti,” jelasnya.

Untuk itu, Universitas PGRI Palembang berinisiasi untuk melakukan coaching, agar dosen lebih memahami berbagai macam bentuk analisis data kuantitatif. Ia menjelaskan, tahap awal ini diikuti 50 peserta dari 183 dosen di FKIP dan sudah ada 147 yang mendaftar.

(Foto bersama)

“Alhamdulillah responnya baik dan sudah 80 persen memiliki keinginan untuk belajar. Tahap awal ada 50 orang dan nanti akan kita bagi menjadi 2 sesi dengan narasumber atau pemateri dosen UPGRIP yaitu Dr. Destiniar, M Pd, dan Dr. Nyiayu Fahriza Fuadiah M.Pd,” terangnya.

Ia menegaskan, pihaknya masih menerima dosen yang akan mendaftar untuk terus meningkatkan kualifikasi di bidang penelitian dan semua ini merupakan bentuk pelayanan dari FKIP UPGRIP terhadap peningkatan kemampuan dosen FKIP. Diakuinya, untuk penelitian Universitaa PGRI Palembang sudah berada diposisi Madya.

“Artinya sudah dapat diperhitungkan. Untuk itulah selain kuantitas, kita juga terus meningkatkan kualitas dan kompetensi para dosen itu sendiri,” tandasnya.

Salah satu pemateri, Dr. Destiniar, M.Pd dalam materinya berjudul Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Analisis Statistiknya mengatakan, ilmu statistik tidak harus ditakuti justru harus dipelajari dalam pengembangan ilmu sebagai seorang dosen.

“Kalau ingin menambah ilmu tidak ada kata tua dan kata terlambat. Bisa belajar dari siapa saja dan kapan saja, semakin banyak ilmunya semakin banyak upaya untuk menganalisisnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button