PGRI

............

Ekobis

IOH Gaspol Literasi AI di Sumsel, GENsi Hadirkan Generasi Muda Melek Teknologi Masa Depan

SumselMedia.Com, Palembang-

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia. Bersama Nokia dan didukung Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), BPPTIK, serta Universitas Sriwijaya (UNSRI), IOH menggelar kegiatan Capacity Building Generasi Terkoneksi (GENsi) di Aula Serbaguna Jaidan Jauhari, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UNSRI, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Generasi Terkoneksi (GenSi) #TerkoneksiBersamaNokia yang telah resmi diluncurkan pada akhir 2025 lalu. Program ini menjadi inisiatif strategis IOH dan Nokia untuk memastikan pemerataan pemahaman dan pemanfaatan teknologi AI, tidak hanya di kota besar, tetapi juga hingga daerah.

Wakil Dekan III Fasilkom UNSRI, Syamsuryadi, M.Kom., Ph.D, menyambut positif pelaksanaan GENsi di lingkungan kampus. Ia menilai program ini memberi manfaat nyata bagi generasi muda.

“Kami sangat bersyukur dan menyambut baik kegiatan ini. Apa yang ditularkan melalui GENsi sangat bermanfaat bagi adik-adik generasi muda, terutama dalam membangkitkan kompetensi AI yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, termasuk keamanan digital,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPPTIK Kementerian KOMDIGI, Hamdani Pratama, S.H., M.I.Kom, menegaskan bahwa transformasi digital nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Transformasi digital tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dan sinergi semua pihak menjadi kunci percepatan transformasi digital Indonesia. BPPTIK dan Indosat sendiri telah berkolaborasi sejak 2024 dalam pengembangan talenta digital,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui program seperti GENsi, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga problem solver, inovator, serta bagian dari ekosistem ekonomi digital, khususnya di Sumatera Selatan.

Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) yang dirilis KOMDIGI, Sumsel saat ini berada di level menengah dengan skor 45,01. Tantangan terbesar masih berada pada aspek pemberdayaan, di mana pemanfaatan digital untuk kegiatan ekonomi belum optimal.

Dari sisi IOH, VP-Head of Technology Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Irvan Kurniawan, menegaskan bahwa GENsi bukan sekadar pelatihan sesaat.

“Generasi muda harus mampu memanfaatkan AI secara positif dan produktif. Program ini didukung oleh berbagai pihak, mulai dari IOH, Nokia dan juga BPPTIK KOMDIGI.  GENsi bukan program sekali jalan, karena akan didampingi oleh para expert, termasuk tidak kurang dari 20 Gen-Z expert yang siap berbagi ilmu,” ungkapnya.

Irvan menambahkan, IOH menargetkan lebih dari 10.000 pembelajar dapat dijangkau melalui rangkaian program GENsi, baik secara daring maupun luring, agar memberikan dampak luas terhadap peningkatan literasi teknologi masyarakat.

Komitmen serupa juga disampaikan Account Manager Nokia Indonesia, Robbi Firli. Menurutnya, teknologi telah mengubah cara manusia belajar dan berinovasi.

“Dulu orang pintar adalah yang lebih dulu tahu. Sekarang tidak lagi, karena pintu pengetahuan sudah terbuka lebar. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa inovatif, berkarya, dan menghasilkan sesuatu,” katanya.

Robbi mencontohkan perjalanan Nokia yang terus bertransformasi selama lebih dari 150 tahun, dari pabrik kertas hingga kini berfokus pada teknologi dan AI.
“Kami berharap akan muncul inovator muda dari Palembang dan Sumatera Selatan. Indonesia bukan hanya Jakarta,” tegasnya.

Program Generasi Terkoneksi bersama Nokia menjadi bentuk intervensi nyata dalam menjawab tantangan kesenjangan literasi digital nasional. Berdasarkan data Indeks Masyarakat Digital Indonesia, skor nasional tercatat 44,53, menunjukkan peningkatan, namun masih dihadapkan pada ketimpangan akses internet dan literasi digital di sejumlah wilayah.

Melalui GENsi, IOH dan Nokia menargetkan 10.000 peserta pembelajaran daring, sekaligus pendampingan langsung melalui pelatihan tatap muka, terutama di wilayah yang selama ini berada di luar pusat pertumbuhan teknologi seperti Sumatra dan Kalimantan.

Kurikulum GENsi dirancang praktis dan relevan, mencakup keamanan digital, dasar kecerdasan artifisial, penggunaan AI yang bertanggung jawab, serta pemanfaatan AI untuk belajar, bekerja, dan pemberdayaan komunitas.
Kegiatan capacity building ini diikuti ratusan mahasiswa dan pemuda di Sumatera Selatan, sekaligus menegaskan peran Indosat Ooredoo Hutchison sebagai penggerak utama dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital berbasis AI.

Back to top button