SumselMedia.Com, Palembang-
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama komunitas binaannya, Gen LIMAS, berkolaborasi dengan BNI menggelar GENCAR 2.0 (Gen LIMAS Collaborative Seminar) bertema “Smart Investing: From First Step to First Investment, Smart Investing for the Next Generation of Investor” di Ballroom OJK Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya Generasi Z, agar lebih cerdas dalam memahami investasi serta terhindar dari praktik investasi ilegal yang masih marak terjadi.
Seminar dihadiri Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumsel Asnawati, Emerald Head BNI Kantor Wilayah 3 Palembang Herry M. Asvianda Pulungan, serta anggota Gen LIMAS.
Berdasarkan survei OCBC NISP yang dikutip Kompas Money, sebanyak 78 persen generasi muda di Indonesia berinvestasi tanpa memahami secara utuh risiko maupun manfaat investasi. Bahkan, hanya sekitar 4 persen masyarakat yang memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar modal. Kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya tingkat literasi keuangan yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku investasi bodong.
President Gen LIMAS 2026, M. Febrin Abiyyu Ilyasa, mengatakan seminar ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi generasi muda yang ingin memulai investasi secara tepat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal bagi Generasi Z untuk membangun perencanaan keuangan jangka panjang melalui investasi yang aman dan terarah,” ujarnya.
Sementara itu, Lead Crew GENCAR 2.0 x BNI, Fathimah Syifa, menegaskan pentingnya edukasi sebagai benteng menghadapi maraknya penawaran investasi ilegal.
“Dengan maraknya investasi bodong yang beredar, kami ingin membuka mata Generasi Z agar tidak mudah tertipu dan dapat memulai investasi dengan aman dan nyaman,” katanya.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyaring berbagai informasi investasi yang beredar di era digital.
“Perkembangan teknologi membuat informasi investasi semakin mudah diakses. Namun masyarakat harus mampu memilah informasi dengan benar agar tidak terjebak pada investasi bodong yang menawarkan keuntungan instan,” tegasnya.
Pada sesi materi, Asnawati menjelaskan pentingnya memahami profil risiko, tujuan keuangan, serta memastikan legalitas produk investasi sebelum menanamkan modal.
“Investasi yang aman dan efektif adalah investasi pada instrumen yang legal, menawarkan imbal hasil yang wajar, serta sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing,” jelasnya.
Selanjutnya, Emerald Head BNI Kantor Wilayah 3 Palembang Herry M. Asvianda Pulungan mengajak generasi muda untuk mulai berinvestasi sedini mungkin tanpa harus menunggu memiliki modal besar.
“Investasi sejak muda bukan tentang cepat menjadi kaya, tetapi membangun kebiasaan finansial yang disiplin, memanfaatkan waktu untuk pertumbuhan aset jangka panjang, serta memulai dari nominal kecil secara konsisten,” ungkapnya.
Selain seminar dan sesi diskusi interaktif, peserta juga mengikuti booth tour, pengisian post-test, serta survei kepuasan sebelum kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.
Melalui GENCAR 2.0 x BNI, OJK Sumsel bersama Gen LIMAS membuktikan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan dan keterampilan digital generasi muda. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan generasi investor yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan di tengah perkembangan ekonomi dan teknologi yang semakin pesat.
Ke depan, Gen LIMAS sebagai komunitas binaan OJK Sumsel akan terus menghadirkan berbagai program edukasi guna memperluas literasi dan inklusi keuangan, sekaligus mendorong generasi muda agar semakin bijak dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan investasi.













