PGRI

............

holiday angkasa wisata
Pendidikan

PB PGRI Apresiasi Perjuangan PGRI Sumsel Soal Guru Honor

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Pengurus Besar (PB) PGRI Pusat mengapresiasi perjuangan Pengurus PGRI Sumsel yang telah memperjuangkan nasib guru honor menyusul isu penghapusan tenaga guru honor 2023 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rasyidi, M.Pd pada Pembukaan Konferensi Kerja Provinsi II PGRI Sumatera Selatan Tahun 2022 yang juga dihadiri Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang diwakili oleh Sekda Sumsel, H. SA. Supriono di Ballroom Hotel Harper Palembang, Sabtu (16/7/2022).

(Ketua PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rasyidi, M.Pd saat memberi kata sambutan)

Turut hadir juga Ketua PGRI Sumsel H. Ahmad Zulinto, SPd.,MM, Sekretaris PGRI Sumsel sekaligus Ketua BPH pada Universitas PGRI Silampari Drs. H. Lukman Haris, MM, Rektor PGRI Palembang sekaligus Ketua Panitia Dr. H. Bukman Lian, M.Si., M.M., CIQaR, Ketua BPH Pada UPGRI Palembang Dr. Hj. Meilia Rosani, SH., MH, Pengurus PGRI Kabupaten/Kota di Sumsel serta para tamu undangan.

“Kami apresiasi dengan Pengurus PGRI Sumsel yang telah berjuang untuk guru honor. Kami berharap semangat ini direspon baik oleh Pemerintah Daerah. Apalagi program P3K ini, gaji pokok dibebankan oleh dana DAU pusat,” ujar Unifa.

Pihaknya mengerti betul kondisi guru honor, karena yang mereka butuhkan adalah kejelasan. Pihaknya berharap hadirnya guru honor bukan menjadi beban, tapi solusi untuk Pendidikan yang lebih baik ditengah kurangnya guru di Indonesia.

(Ketua PGRI Sumsel H. Ahmad Zulinto, MM saat memberi kata sambutan)

Senada dengan itu, Ketua PGRI Sumsel H. Ahmad Zulinto, MM menghimbau kepada PGRI kabupaten/kota untuk melakukan pertemuan dengan Bupati/Walikota dalam memperjuangkan nasib guru honor. Terutama adalah bagaimana pengangkatan P3K, ketika tahun 2023 guru honor dihapuskan.

Pihaknya menghimbau PGRI kabupaten/kota di Sumsel untuk memberikan pemahaman bahwa gaji pokok P3K akan dibebankan oleh Dana DAU pusat, sedangkan besaran tunjangan disesuaikan dengan kekuatan anggaran daerah masing-masing.

“Di Palembang, setelah melalui perjuangan dari 620 sekarang slot dibuka hingga 4.500. Kemudian di Sumsel menurut Pak Sekda Sumsel menyampaikan dibuka sekitar 4.000 an. Nah, ini kami mendorong untuk kabupaten/kota agar merespon cepat ini,” jelasnya.

(Ketua Pelaksana Konferensi Kerja Provinsi II PGRI Sumatera Selatan Tahun 2022 sekaligus Rektor UPGRIP Dr. H. Bukman Lian, MM, M.Si., CIQaR saat memberi kata sambutan)

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sumsel H. SA Supriono menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel selalu mendukung apa yang menjadi harapan para guru di Sumsel. Begitu juga pihaknya berharap hadirnya PGRI Pusat juga memberi semangat baru bagi para guru.

Pihaknya juga menjelaskan akan dibuka sekitar 3.000 untuk formasi P3K untuk guru honor dari SMA/SMK yang memenuhi standar yang telah ditetapkan. “Jadi kita kembalikan ke UUD bahwa Pendidikan itu tanggung jawab negara. Kami juga berharap melalui Konkerprov PGRI ini juga membahas isu-isu lain terkait bagaimana pemetaan guru dan penerimaan siswa di lokasi-lokasi terpencil,” jelasnya.

(Sekda Sumsel H. SA Supriono saat membuka Kunkerprov II PGRI Sumsel di Hotel Harper Palembang)

Sementara itu, Ketua Pelaksana Konferensi Kerja Provinsi II PGRI Sumatera Selatan Tahun 2022 sekaligus Rektor UPGRIP Dr. H. Bukman Lian, MM, M.Si., CIQaR menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar PGRI Sumsel.

Pada kegiatan ini membahas apa eveluasi program PGRI Sumsel tahun 2021, membuat program kerja tahun 2022 sekaligus menjawab isu-isu sentral tentang pendidikan khususnya guru.

“Termasuk telah kita ketahui bersama bahwa tahun 2023 hanya ada guru ASN dan P3K. Sehingga pada momen ini kita bahas bagaimana memperjuangkan habis-habisan bagaimana guru yang ada di sekolah-selah yang ada di Sumsel masuk P3K,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button