Pendidikan

Penguatan SDM, 95 Dosen UPGRIP Studi Lanjut S-3

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) sebagai salah satu Perguruan Tinggi terbaik di Sumsel terus melakukan berbagai terobosan guna mencetak lulusan generasi muda yang berkualitas.

Bahkan, guna meningkatkan mutu pendidikan Universitas PGRI Palembang kuliahkan 95 Dosen ke jenjang Strata 3 (S3). Hal ini diungkapkan oleh Rektor Universitas PGRI Palembang Dr. H. Bukman Lian, M.M., M. Si, CIQaR usai memberikan kata sambutan pada acara Wisuda PGRI Palembang Strata I ke-58 dan Strata 2 ke-32, di Ballroom Hotel Santika Premier Bandara. Rabu (18/5/2022).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumsel H. Herman Deru, S.H., M.M yang diwakili Plh. Asisten III Administrasi & Umum, H. Darma Budhy, SH., ST., MT, Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd (secara virtual), Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili oleh Win Honaini, S.H., M.Si (Koordinator Kelembagaan dan Sistem Informasi LLDIKTI Wilayah II), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs. H. Riza Fahlevi, MM, Ketua PGRI Sumsel, H Ahmad Zulinto, S.Pd., MM, Ketua BPH PB PGRI Pada Universitas PGRI Palembang Dr. Hj. Meilia Rosani, S.H., M.H, Wakil Rektor, Para Dekan, Kaprodi serta Para Tamu Undangan.

Dikatakan Bukman, sesuai UU 2024-2025 bahwa Perguruan Tinggi dikatakan baik, maka setiap Program Studi, 40 persen dosen yang linier sudah S3.

“Jadi kalau sesuai dengan UU 2024-2025 suatu perguruan itu dikatakan baik apabila setiap Program Studi 40 persen dosennya yang linier sudah S3,” kata Bukman.

Selain itu, dijelaskan Bukman, Universitas PGRI Palembang juga tengah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menjadi Universitas yang lebih unggul dari SDM.

“Selain srudi lanjut dosen ke jenjang Strata 3, saat ini kita sedang mempersiapkan sarana prasarana, sekarang sedang dirancang beberapa ruangan seperti ruang visual pembelajaran Hybrid Learning, ruang perpaduan daring dan offline, nah nanti bedanya online serasa ada didalam kelas,” jelasnya.

(Ketua BPH PB PGRI Pada Universitas PGRI Palembang Dr.Hj. Meilia Rosani, S.H., M.H)

Sementara Ketua BPH PB PGRI Pada Universitas PGRI Palembang Dr.Hj. Meilia Rosani, S.H., M.H. juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa pihaknya Badan Pelaksana Harian (BPH) PGRI Sumatera Selatan bersama Universitas dalam waktu dekat tengah mempersiapkan ruang kelas khusus untuk perkuliahan atau blended dan hybrid learning.

“Jadi untuk fasilitas itu akan segera kami laksanakan dan itu nanti bisa dipergunakan untuk pembelajaran dengan hybrid learning ,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya juga telah meningkatkan kualifikasi dosen-dosen.

“Seperti yang dikatakan oleh Rektor tadi bahwa sesuai dengan tuntutan Badan Akreditasi Perguruan Tinggi bahwa dosen kami minimal 40 persen itu harus berkualifikasi S3, dan alhamdulillah 95 dosen kita tengah menempuh jenjang pendidikan Strata 3,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan studi kelayakan belajar di Universitas PGRI tempat lain.

“Kita juga akan mengadakan studi kelayakan belajar di Universitas PGRI di tempat lain yang sudah mempunyai Fakultas Kedokteran, karena senyatanya di Sumatera Selatan sendiri baru 2 mempunyai Fakultas Kedokteran yakni Unsri dan Muhammadiyah, untuk itu kita minta doa semoga saja kami juga dapat berhasil dan semoga kedepan ini kami dapat meningkatkan kualitas dari sarana prasarana kami terutama untuk meningkatkan mutu sesuai dengan yang disampaikan sama pak Rektor bahwa Universitas PGRI Palembang adalah Melaju Dengan Mutu,” harapnya.

(Ketua PGRI Sumatera Selatan. H. Ahmad Zulinto, S.Pd., MM)

Ditempat yang sama, Ketua PGRI Sumatera Selatan. H. Ahmad Zulinto, S.Pd., MM mengatakan, hari ini pihaknya mewisuda 600 lebih mahasiswa baik dari Strata 1 maupun Strata 2.

“Kita berharap para Wisudawan dan Wisudawati yang hari ini berakhir studi di Universitas PGRI meminta sebagaimana apa yang telah didapat di Tridarma Perguruan Tinggi selama ini mampu di implementasikan di masyarakat, minimal dirinya sendiri dan masyarakat, artinya mereka harus punya keterampilan apa yang didapat ini bisa diteruskan di masyarakat baik itu di dunia pendidikan maupun di dunia kerja,” tegasnya.

Selain itu kata Zulinto, didalam mereka menerapkan dunianya tentunya ada dua yang harus di kuasai oleh para alumni yakni soft skill dan hard skill.

“Para alumni mampu memiliki soft skill maupun hard skill nya karena kita punya skill keterampilan sendiri tapi tidak punya bahasa yang baik atau komunikasi yang baik itu juga akan menghambat, maka dari itu kami berpesan kepada para Wisudawan Wisudawati apa yang sudah didapat selama ini mampu di kolaborasikan di dunia nyata, karya kan lah apa yang selama ini didapat di bangku kuliah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button