PGRI

............

Opini

MENGEMBANGKAN KOGNITIF ANAK BERDASARKAN TEORI PIAGET

Putri Fitriasari (Mahasiswa Program Doktoral Universitas Pendidikan Indonesia, Dosen Pendidikan Matematika UPGRIP)

 

SumselMedia.Com, Palembang-

Jean Piaget adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan psikolog kelahiran Swiss yang terkenal karena hasil penelitiannya tentang anak-anak dan teori perkembangan kognitifnya. Kognitif sendiri berasal dari kata latin “cognoscere” yang berarti “mengetahui”.

Artinya jika kita mengatakan aktivitas kognitif, berarti mencakup semua proses yang terlibat dalam pikiran untuk mengetahui sesuatu, termasuk bagaimana informasi diperoleh, diproses, dan diatur dalam pikiran. Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita memaksimalkan pengembangan kognitif pada anak? Jawabannya ada pada teori Piaget.

Menurut Piaget, kognitif anak dapat di kembangkan berdasarkan tiga prinsip, yaitu prinsip asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi. Asimilasi adalah proses memasukkan pengalaman baru ke dalam pengalaman yang sudah ada. Sebagai contoh, pada tingkat sekolah dasar anak belajar bahwa jika dua bilangan bulat dijumlahkan akan menghasilkan bilangan yang lebih besar. Proses memasukkan informasi ini disebut dengan asimilasi.

Ketika diberikan kasus penjumlahan dengan bilangan negatif, informasi yang telah diserap tadi harus diperbaharui, karena tidak semua penjumlahan bilangan bulat menghasilkan bilangan yang lebih besar, contohnya pada kasus penjumlahan bilangan bulat yang melibatkan bilangan negatif. Proses memperbaharui/merivisi informasi ini disebut dengan proses akomodasi. Agar pemahaman anak mencapai tahap stabilitas harus diberikan secara berulang kasus serupa, stabilitas kognitif ini disebut dengan tahap ekuilibrasi.

Tahap ini diperoleh melalui proses asimilasi dan akomodasi yang berulang.
Pertanyaannya, lalu bagaimana cara kita sebagai orang dewasa membantu anak mencapai tahap ekuilibrasi? Peran kita sebagai orang tua ataupun pendidik sangat diperlukan disini. Sebagai orang tua kita dapat memaksimalkan perkembangan kognitif anak dengan menciptakan suasana belajar sambil bermain dengan anak agar tercipta suasana yang menyenangkan, sehingga anak tidak menyadari bahwa ia sedang belajar dan mengembangkan kognitifnya.

Banyak sekali di Zaman sekarang ini permainan yang mengasah kognitif dan bisa dimainkan bersama dengan orang tua dan anak seperti puzzle, lego, rubik, dan lain sebagainya.

Jika kita berperan sebagai pendidik, kita bisa mendesain pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung, misalnya untuk mengajarkan materi bilangan bulat positif bisa digunakan permainan ular tangga. Jadi setelah mengetahui teori Piaget, tidak ada alasan bagi kita untuk berdiam diri. Mari kita secara aktif membantu anak mengembangkan kognitifnya, karena masa depan bangsa ada dipundak anak-anak kita.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button